Pamekasan (beritajatim.com) – Menguasai dan memahami beragam jenis bahasa dunia, disimpulkan dapat menjadi salah satu upaya dalam menangkal pemurtadan.
Hal tersebut disampaikan Filolog Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, Prof Manachem Ali saat mengisi materi Ngaji Aqidah pada ajang Pekan Ngaji 8 Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Pamekasan, Selasa (10/1/2023).
Pada ajang tahunan bertajuk International event yang mengusung tema ‘Fakta Pemurtadan, Siasat dan Strategi Mencegahnya’, Prof Manachem Ali membandingkan detail salah satu ayat dalam al-Qur’an dan Al-Kitab.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pekan-ngaji”]
“Pada ayat ini memiliki kata yang sama persis dari segi penyebutan, yakni Sayyidah Maryam. Hanya saja memiliki maksud berbeda, sehingga jika dibaca orang awam justru dikhawatirkan menjadi kesalahpahaman yang berujung pada kemurtadan,” kata Prof Manachem Ali.
Hanya saja perdebatan seputar perempuan mulia yang tertuang dalam al-Qur’an dan al-Kitab, memiliki maksud berbeda. “Kisah seperti ini yang ada di al-Qur’an dan Al-Kitab sama, yakni sama-sama mencantumkan Sayyidah Maryam, Sang Perawan Suci,” ungkapnya.
“Hanya saja terdapat perbedaan penting yang harus kita ketahui, kita menyebut Sayyidah Maryam sebagai ibunda Nabi Isa (‘Alaihi al-Salam), sedangkan saudara kita (Non-Muslim) menyebutnya sebagai Ibu Tuhan,” jelas sosok yang tercatat sebagai Direktur Yeshiva Institut, Surabaya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pekan-ngaji”]
Dalam kedua kitab suci tersebut, terdapat persamaan penyebutan dengan maksud berbeda yang harus dipahami secara utuh. “Karena salah satu perbedaan itulah, selanjutnya Islam datang untuk meluruskan,” tegasnya.
Pihaknya mengimbau sekaligus meminta agar umat selalu berhati-hati terhadap bacaan atau kitab yang tidak dikenali. “Saat ini banyak kitab Non Muslim yang diterjemahkan dalam bahasa Arab, sehingga dapat membuat orang awam salah paham dan tersesat hingga murtad,” imbuhnya.
“Dari itu, salah satu cara membedakannya, tidak lain dengan cara belajar dan terus belajar. Terutama mempelajari dan menguasai bahasa dunia untuk menangkal pemurtadan,” pungkasnya. [pin/ted]






