Surabaya (beritajatim.com)- Pergantian tahun kerap dirayakan dengan berbagai kebiasaan sederhana yang menghadirkan kehangatan kebersamaan. Salah satu suasana yang hampir selalu hadir adalah kegiatan memanggang jagung, yang dilakukan sambil berkumpul, berbincang, dan menunggu detik-detik pergantian waktu. Aktivitas ini bukan sekadar tradisi, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan yang dinikmati lintas usia.
Namun, agar momen tersebut semakin berkesan, hasil panggangan tentu perlu diperhatikan. Rasa yang manis, tekstur yang empuk, dan kematangan yang merata sangat bergantung pada ketepatan dalam memilih jagung sejak awal, sehingga pengalaman membakar jagung di malam tahun baru benar-benar menjadi kenangan yang menyenangkan.
Memilih jagung yang tepat menjadi langkah penting agar kegiatan membakar jagung, terutama saat perayaan tahun baru, menghasilkan rasa yang maksimal. Jagung yang kurang sesuai sering kali membuat hasil bakaran menjadi keras, hambar, atau tidak matang merata. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menentukan pilihan.
Pilih jagung berkulit hijau
Perhatikan kondisi fisik jagung. Jagung yang baik umumnya memiliki kulit pembungkus yang masih hijau segar dan menempel rapat pada tongkol. Kulit yang sudah menguning atau kering menandakan jagung tidak lagi segar, sehingga cenderung menghasilkan tekstur yang kurang empuk saat dibakar. Rambut jagung juga sebaiknya berwarna cokelat muda dan terasa lembap, bukan kering atau kehitaman.
Berbiji rapat
Pilih jagung dengan biji yang tersusun rapat dan terlihat penuh. Biji yang jarang atau tidak merata biasanya menunjukkan proses pertumbuhan yang kurang sempurna, sehingga rasa manisnya tidak optimal. Saat ditekan ringan, biji jagung yang segar akan terasa kenyal dan mengeluarkan sedikit cairan, menandakan kandungan airnya masih terjaga.
Bentuk tongkol lurus
Perhatikan ukuran dan bentuk tongkol. Jagung dengan ukuran sedang dan bentuk lurus lebih mudah dibakar secara merata dibandingkan tongkol yang terlalu besar atau bengkok. Ukuran yang proporsional membantu panas menyebar dengan baik, sehingga seluruh bagian matang tanpa ada sisi yang terlalu gosong.
Beraroma tidak asam
Selain itu, aroma juga bisa menjadi penanda kualitas. Jagung segar biasanya memiliki aroma ringan yang alami dan tidak asam. Jika tercium bau tidak sedap, sebaiknya jagung tersebut tidak dipilih karena berpotensi memengaruhi rasa saat dibakar.
Dengan memperhatikan beberapa hal tersebut, jagung yang dipilih akan lebih mudah diolah dan menghasilkan rasa manis serta tekstur yang empuk. Hal ini tentu membuat suasana membakar jagung saat tahun baru semakin hangat dan menyenangkan, karena hidangan yang disajikan sesuai dengan harapan semua orang yang berkumpul. [Erlina Damayanti]






