Makkah (beritajatim.com) – Bus Shalawat melayani rute jemaah haji Indonesia dari wilayah Aziziyah menuju Masjidil Haram dengan waktu tempuh hanya 20 menit guna mendukung kelancaran ibadah di Kota Makkah.
Fasilitas transportasi gratis yang beroperasi 24 jam ini tetap mengedepankan aspek keamanan melalui pemeriksaan kartu Nusuk di dua titik check point sebelum memasuki kawasan ring satu Masjidil Haram.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Haji Center (MHC) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, uji coba waktu tempuh dilakukan pada Sabtu (2/5/2026) dari titik terjauh, yakni kompleks Al Hidayah Tower di wilayah Aziziyah. Kompleks ini merupakan pusat pemondokan bagi sekitar 21 ribu jemaah haji Indonesia yang terbagi dalam 10 tower.
Pemeriksaan Ketat Kartu Nusuk
Meskipun melintasi jalur utama Makkah menuju Arafah yang cenderung lengang, setiap unit Bus Shalawat wajib melalui prosedur pemeriksaan identitas. Pada titik check point pertama, bus hanya mengantre sekitar dua menit tanpa pemeriksaan fisik yang mendalam.
Namun, pengawasan lebih ketat diberlakukan pada check point kedua yang lokasinya lebih dekat dengan Masjidil Haram. Dua orang personel kepolisian Arab Saudi naik ke dalam bus untuk memastikan seluruh penumpang memiliki kartu Nusuk yang sah.
Proses pemeriksaan identitas ini memakan waktu sekitar tiga menit sebelum bus diizinkan melanjutkan perjalanan menuju terminal akhir di dekat Masjidil Haram.
Kecepatan armada Bus Shalawat terpantau stabil di bawah 50 km/jam untuk menjaga kenyamanan penumpang. Jemaah asal berbagai daerah, termasuk Jawa Timur, kini dapat memanfaatkan layanan ini setiap saat untuk melaksanakan umrah wajib maupun salat fardu berjemaah.
Jaminan Keamanan dan Efisiensi Waktu
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan bahwa ritme keberangkatan bus telah dihitung secara presisi agar jemaah tidak menunggu terlalu lama di halte hotel.
Skema transportasi ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan layanan haji yang profesional dan ramah bagi jemaah lansia.
Kabid Transportasi PPIH Arab Saudi, Syarif Rahman, menjelaskan bahwa pihaknya fokus pada rasio ketepatan waktu agar jemaah bisa memaksimalkan ibadah di Masjidil Haram. “Paling lama Insya Allah 20 menit. Rata-rata 15 menit (perjalanan),” terangnya saat memantau pergerakan armada.
Selain efisiensi waktu, aspek perlindungan jemaah di atas bus menjadi prioritas utama petugas transportasi. Hingga saat ini, sistem operasional bus yang melayani puluhan ribu jemaah tersebut dilaporkan berjalan sangat kondusif tanpa adanya kendala berarti. “Keamanan Insya Allah kami jamin. Selama ini tidak ada kejadian-kejadian atau insiden soal keamanan di Bus Shalawat,” imbuh Syarif. [isn/but]






