Makkah (beritajatim.com) – Sebanyak 18 kelompok terbang (kloter) jemaah haji Indonesia resmi memasuki Kota Suci Makkah pada Sabtu, 2 Mei 2026, sebagai bagian dari arus pergerakan gelombang pertama dari Madinah.
Arus kedatangan yang memasuki hari ketiga ini menunjukkan tren peningkatan kuantitas yang signifikan sejak dimulainya mobilisasi jemaah pada 30 April lalu.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Haji Center (MHC) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, prosesi penyambutan tamu Allah di berbagai sektor pemukiman berlangsung meriah dan tertib.
Sinergi antara petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dengan pihak syarikah setempat memastikan transisi jemaah dari Madinah ke pemondokan di Makkah berjalan tanpa kendala berarti.
Tradisi Haflah Istiqbal
Berbeda dengan penyambutan reguler, para jemaah hari ini disambut dengan tradisi haflah istiqbal yang disiapkan khusus oleh pihak maktab dan syarikah. Tradisi ini merupakan upacara penyambutan penuh kehormatan sebagai bentuk ekspresi rasa syukur atas kedatangan para tamu Allah di tanah suci.
“Dari pihak-pihak syarikat dan maktab bahkan membuat semacam haflah istiqbal, penerimaan penyambutan yang luar biasa sebagai bentuk rasa syukur,” ungkap Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Makkah, Ihsan Faisal.
Selain seremonial budaya, kesiagaan fisik petugas di lapangan menjadi tulang punggung keberhasilan layanan hari ini. Petugas di setiap sektor diinstruksikan bekerja totalitas, mulai dari penanganan logistik makanan hingga pendampingan intensif bagi jemaah lansia yang membutuhkan bantuan kursi roda saat memasuki hotel.
“Para petugas pun di masing-masing sektor juga kami lihat kemarin sangat-sangat maksimal bekerja dengan total,” tegas Ihsan mengapresiasi kinerja jajarannya.
Tren Kenaikan Arus Jemaah
Berdasarkan data operasional Daker Makkah, jumlah kedatangan kloter terus merangkak naik sejak hari pertama. Jika pada hari pertama (30 April) tercatat 12 kloter dan hari kedua 15 kloter, maka pada hari ketiga ini jumlahnya melonjak menjadi 18 kloter.
Peningkatan volume kedatangan ini telah diantisipasi dengan penempatan personel yang presisi di titik-titik krusial. Fokus utama petugas saat ini adalah memastikan seluruh jemaah mendapatkan kamar yang sesuai, konsumsi yang tepat waktu, serta kesiapan fisik sebelum mereka melaksanakan ibadah umrah wajib.
Suhu di Makkah yang saat ini terpantau mencapai 39 derajat Celcius menjadi faktor yang terus dimitigasi. Petugas secara aktif mengimbau jemaah untuk menjaga hidrasi dan tidak memaksakan diri melakukan aktivitas fisik berlebih setibanya di hotel.
Dukungan penuh dari syarikah melalui haflah istiqbal diharapkan mampu memberikan suntikan semangat bagi jemaah sebelum memulai rangkaian ibadah inti di Masjidil Haram. [ian/MCH/but]






