Ponorogo (beritajatim.com) – Ponorogo kembali diguncang kabar mengejutkan. Seorang perempuan asal Balong, Ponorogo, kini jadi buronan kelas kakap. Namanya muncul setelah BNN membongkar kasus besar narkoba di Batam.
Dewi Astutik (42) diduga kuat sebagai otak utama. Perempuan kelahiran 8 April 1983 itu disebut terlibat penyelundupan sabu. Jumlahnya pun mencengangkan, mencapai dua ton sabu kristal.
Informasi yang dihimpun oleh beritajatim.com, Dewi Astutik beralamat di Dusun Sumber Agung RT 001/001 Desa/Kecamatan Balong Ponorogo. Wartawan beritajatim pun menelusuri kebenaran dari alamat tersebut. Menurut penuturan Kepala Dusun (Kasun) Sumber Agung, Gunawan tidak ada nama Dewi Astutik yang menjadi warganya. Dia pun menelusuri di lingkungan RT 001/001 pun nama tersebut tidak ada.
“Di sini memang Dusun Sumber Agung, tetapi di RT 001/001 tidak ada warga yang namanya Dewi Astutik,” ungkap Gunawan, Selasa (27/5/2025).
Beberapa hari terakhir, Gunawan mengaku pihaknya juga ditanya terkait warganya yang bernama Dewi Astutik. Namun, dirinya juga menjawab bahwa nama tersebut tidak ada di wilayahnya. “Polisi juga ada yang tanya, tetapi saya tidak kenal. Warga juga tidak ada yang tahu,” katanya.
Wartawan beritajatim pun mencoba menuju RT 001/001, di sana warga juga menegaskan bahwa di lingkungannya itu, tidak ada yang namanya Dewi Astuti. Namun, ketika beritajatim mencoba memperlihatkan foto Dewi Astutik yang selama ini beredar di media sosial (medsos), warga pun mengenali foto tersebut. Foto tersebut seperti salah satu warga RT 001/001 berinisial PR yang saat ini bekerja di luar negeri.
“Kalau namanya Dewi Astutik tidak ada di sini. Tapi kalau yang difoto seperti orang sini yang saat ini bekerja di luar negeri,” kata Sri Wahyuni, salah satu warga setempat.
Mesiyem, salah satu warga lainnya menambahkan bahwa PR setahun lalu berada di rumah. Namun itu pun tidak lama, yang bersangkutan berangkat lagi kerja ke luar negeri. Waktu itu, PR berpamitan kepada Mesiyem bakal kerja ke Kamboja. Dulunya PR pernah kerja di Taiwan. “Waktu berangkat terakhir itu, pamit ke saya bekerja ke Kamboja,” tutup Mesiyem. (end/kun)






