Pamekasan (beritajatim.com) – Pengerukan sekaligus normalisasi aliran sungai di Pamekasan, terus dilakukan sebagai langkah antisipatif menangani bencana banjir di wilayah setempat, khususnya ketika musim penghujan.
Proyek normalisasi tersebut yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, berkat inisiasi dari Pemkab Pamekasan, mulai dilakukan sejak akhir Mei 2025 lalu. Di mana proses normalisasi dilakukan di beberapa titik aliran sungai di wilayah setempat.
“Kami tahu jika setiap musim hujan datang, hal yang paling dikhawatirkan warga adalah banjir. Sehingga kami bersama Pemprov Jatim dan tim, melakukan normalisasi untuk mengatasi hal itu,” kata Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman, Senin (7/7/2025).
Progres normalisasi aliran sungai tersebut dilakukan di antaranya di sepanjang Kali Jombang, Kali Klowang serta Kali Semajid. Proses pengerukan tersebut dijadwalkan rampung dalam rentang waktu sekitar 2,5 bulan sejak awal progres.
“Normalisasi ini penting dilakukan supaya aliran air (sungai) lancar, tidak tersumbat lumpur, sampah atau tanaman liar lainnya. Sehingga beberapa alat berat kita kerahkan untuk mengeruk dasar sungai ataupun memperlebar aliran sungai,” ungkapnya.
Selain itu pihaknya juga memastikan jika hal tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen, guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, sehingga dapat terhindar dari bencana banjir yang selalu datang setiap musim hujan.
“Kami percaya jika mengetahui itu jauh lebih baik daripada menangani, khususnya setelah banjir datang. Hal ini sebagai bagian dari komitmen kami agar masyarakat merasa aman, nyaman dan bisa beraktivitas tanpa waswas banjir setiap kali hujan turun,” pungkasnya. [pin/but]






