Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto ingin ada kampung anggrek di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Anggrek bisa menjadi keunggulan di Jember.
“Jember punya letak geografis luar biasa. Kita punya daerah dengan ketinggian 645 meter. Dingin tidak kalah dengan Bogor dan Malang. Kalau mau mengembangkan anggrek, kita punya potensi lahan,” kata Hendy, usai membuka festival anggrek, di Balai Serba Guna Jember, Senin (7/8/2023).
Jember juga memiliki kawasan pantai untuk membudidayakan anggrek. “Lokasi-lokasi di Jember sangat memenuhi kriteria-kriteria pengembangan anggrek. Tadi kita lihat ada beberapa produk anggrek Jember yang tidak kalah dan menjadi juara,” kata Hendy.
Hendy mengatakan, sudah ada program berkelanjutan seperti kampung anggrek. “Kampung anggrek ini kita mulai dari beberapa kampung. Kami punya 226 desa dan 22 kelurahan. Tentunya dari ini dulu saya mulai embrionya. Dari yang kecil dulu, dari kampung lingkungan,” jelasnya.
Ada beberapa lokasi yang berpotensi, antara lain di Biting, Kecamatan Arjasa, yang memiliki ketinggian sekitar 325 dari permukaan laut. “Kalau kita naikkan lagi di Rembangan. Kita punya lahan 21 hektare di sana yang masih bisa digunakan,” kata Hendy.
“Anggrek ini keren. Di samping untuk hobi menyenangkan mata dan mensyukuri nikmat Allah, filosofi bunga sendiri untuk kebersamaan. Kehidupan harmoni, gotong royong, saling membantu, saling memaafkan, ada di bunga. Apalagi bunga anggrek punya filosofi macam-macam,” kata Hendy.
Budidaya anggrek juga menyerap tenaga kerja untuk merawatnya. “Ini potensi untuk ekonomi dan membuka peluang kerja sebagai entrepreneur untuk merawat anggrek-anggrek. Saya senang anggrek tapi tak bisa merawat. Hanya senang melihat,” kata Hendy.
Festival anggrek di Jember digelar pada 7 – 13 Agustus 2023. “Saya berterima kasih kepada Ketua Pencinta Anggrek Indonesia (PAI) Jember, Mas Budi Sugiarto. Alhamdulillah peserta festival ini dari seluruh Indonesia,” kata Hendy. [wir]






