Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto dan anggota DPRD Jawa Timur Muhammad Fawait beradu klaim soal angka kemiskinan di Kabupaten Jember. Namun keduanya sepakat bahwa tugas utama Pemerintah Kabupaten Jember adalah menekan angka kemiskinan itu serendah mungkin.
Perbedaan tafsir ini terlihat saat keduanya memaparkan visi dan misi secara terpisah, dalam penjaringan kandidat bupati yang digelar diselemggarakan Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional Kabupaten Jember, Jawa Timur, di Hotel Rembangan, Minggu (26/5/2024) malam.
“Alhamdulillah, kemiskinan di Jember kalau dulu waktu kami mencalonkan pertama kali, (angka) kemiskinan di Jember nomor dua terjelek di Jawa Timur. Saat ini bukan naik, tapi terbang ke nomor 18 dari 38 kabupaten dan kota. Bukan nomor dua lagi dari bawah,” kata Hendy, disambut tepuk tangan hadirin.
“Jadi alhamdulilah, kemiskinan ini kita terus tekan, berusaha sebaik mungkin. Mudah-mudahan pada 2024 bisa kita tekan lagi,” kata Hendy.
Hendy merasa tugasnya sebagai bupati belum selesai. “Saya baru 3,5 tahun. Jadi saya ini belum selesai lima tahun. Ini tiga tahun sudah ada pilkada lagi, de’remma (bagaimana, bahasa Madura) ini?” katanya disambut tawa hadirin.
“Jadi saya ingin selesaikan. Saya ingin maju dua periode. Terus terang saja, dua periode ini saya berusaha semaksimal mungkin. Jember ini top. hebat. Jember ini tempat istimewa. Dan saya insyaallah bisa. Tinggal waktunya saja yang tidak cukup,” kata Hendy.
Sementara itu, Fawait yang tampil setelah Hendy mempertanyakan klaim Hendy. “Kemiskinan Jember ini nomor 2 atau nomor 18? Ada sebelah yang mengatakan, ‘zaman saya pertama kali bupati, kemiskinan nomor 1, nomor 2. Sekarang kemiskinan nomor 18’. Saya dalam hati ingin ngomong: ‘ojo kebangetan’,” katanya.
“Kok bisa, Gus? Tidak pernah Jember itu secara persentase nomor 1 atau nomor 2. Jumlahnya nomor 2. Tapi secara persentase memang nomor 18. Tapi ketika Jember pada 2018, jumlah penduduk miskinnya nomor 2, sampai hari ini nomor 2, dan mayoritas ada di pedesaan,” kata Fawait.
“Maka kalau ingin kemiskinan terurai, maka pembangunan harus bertumpu pada desa. Kita pastikan pertama kali, ketika Gus Fawait dilantik, kesejahteraan perangkat desa, kesejahteraan RT-RW, kesejahteraan kepala dusun, kesejahteraan petugas Linmas (Perlindungan Masyarakat), kesejahteraan perangkat-perangkat desa seperti BPD (Badan Perwakilan Desa), kesejahteraan guru ngaji, kesejahteraan ketua-ketua pengajian dan kader-kader, pada tahun pertama akan kita tingkatkan,” kata Fawait. [wir]







3 Komentar
Hahahaha lucu banget
Fawait ini lucu mau menekan kemiskinan tp yg akan dinaikkan kesejahteraannya Perangkat desa, RT, RW, mrk sdh sejahtera pak, Rakyat ini perlu disejahterakan dan itu yg sdg dilakukan Hendy dgn UMKM, layanan kesehatan gratis, bantuan sosial, Jln2 mulus dll.
Saya tetap dukung hendy apapun yg terjadi.yg lain dibelakang