Jember (beritajatim.com) – Bupati Muhammad Fawait menyatakan, seluruh warga Kabupaten Jember, Jawa Timur, bisa berobat gratis di seluruh puskesmas dan rumah sakit di Indonesia sejak 1 April 2025.
“Tentunya dalam bingkai Universal Health Coverage atau UHC. Ini akan menjadi kado Idulfitri bagi seluruh warga Jember. Tidak boleh lagi ada warga Jember yang sakit tidak mendapatkan pelayanan kesehatan di Jember maupun di luar Jember,” kata Fawait, ditulis Rabu (26/3/2025).
“Tidak boleh lagi ada kejadian warga Jember yang sedang berjuang merantau bekerja di Bali, di Surabaya, atau di tempat lain, mereka sakit, mereka terlantar, terlunta-lunta,” tambah Fawait.
Syaratnya, warga tersebut harus memiliki kartu tanda penduduk (KTP) Jember. “Kalau enggak punya, silakan, bisa bikin lebih dahulu dan insyaallah hari ini prosesnya juga cepat,” kata Fawait.
Rumah sakit, klinik, dan puskesmas yang dituju untuk berobat haruslah bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
Fawait mengaku sebenarnya duit dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah 2025 tidak cukup untuk membiayai berobat gratis ini.
“Namun setelah kami melakukan diplomasi dengan BPJS Kesehatan, baik di level kabupaten, provinsi dan pusat, kami meyakinkan kepada BPJS, bahwa Jember akan menuntaskan (cakupan UHC) selama 12 bulan. Anggaran dalam setahun kita tarik, sehingga nanti ini akan bertahan sampai Perubahan APBD,” kata Fawait.
Nantinya anggaran untuk berobat gratis ini juga akan diambilkan dari efisiensi mata anggaran APBD, antara lain biaya perjalanan dinas dan seremonial.
“Belanja-belanja kami periksa, seperti pemerintah pusat, bukan cuman sampai satuan satu atau tiga, tapi sampai satuan sembilan. Kalau ini dirasa tidak butuh, kita efisiensi dan anggarannya kami alihkan untuk membiayai pengobatan gratis atau Universal Health Coverage,” kata Fawait.
Dalam sidang paripurna di DPRD Jember, Sabtu (15/3/2025) malam, Fawaitr memastikan efisiensi anggaran dari hasil implementasi perubahan peraturan daerah susunan organisasi dan tata kerja (SOTK) dan restrukturisasi birokrasi akan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, terutama bidang kesehatan.
“Kami sepakat untuk mencapai UHC dan bahwa setiap warga Jember harus bisa berobat gratis tanpa kendala biaya. Untuk itu anggaran hasil efisiensi akan dimanfaatkan oleh pemerintah guna mendorong peningkatan keaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan, bagi seluruh warga, terutama bagi mereka yang sangat membutuhkan,” kata Fawait.
Fawait menyadari bahwa kebijakannya akan menuai pro dan kontra. “Namun saya maju sebagai calon bupati karena saya tidak mau lagi melihat warga Jember yang terlantar tidak mendapatkan fasilitas kesehatan. Saya tidak mau lagi, melihat warga Jember bayinya meninggal, karena tidak bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik,” katanya.
“Saya tidak mau lagi, ada orang Jember yang meninggal karena terlantar tidak mempunyai biaya untuk mengakses kesehatan di Kabupaten Jember. Maka apapun kritikan, apapun kata-kata yang agak sinis kepada kami, akan saya terima dengan legowo. Yang penting rakyat Jember bisa berobat gratis di seluruh rumah sakit di seluruh Indonesia,” kata Fawait. [wir]






