Ponorogo (beritajatim.com) – Timnas Indonesia lolos ke final Piala AFF 2020, setelah menang susah payah menghadapi tuan rumah Singapura di babak semifinal.
Masuknya Timnas Indonesia ke final, menjadi kebahagiaan seluruh rakyat Indonesia. Tak terkecuali oleh Briptu Veronita Anjar Rianto, istri dari punggawa timnas Fachruddin Wahyudi Aryanto di Ponorogo.
Pemain timnas bernomor punggung 19 itu menjadi andalan pelatih Shin Tae Yong (STY) untuk mengisi posisi bek tengah. Bahkan posisinya itu tak pernah tergantikan selama gelaran piala AFF ini.
“Perasaan sekeluarga sepertinya sama seperti perasaan semua masyarakat Indonesia, merasa bangga atas capaian timnas di Piala AFF kali ini,” kata Briptu Veronita, saat ditemui beritajatim.com di rumahnya Desa Madusari Kecamatan Siman Ponorogo, Rabu (29/12/2021).
Vero panggilan Veronita mendukung penuh langkah suami berkiprah di dunia sepakbola. Sebelumnya, dirinya juga sudah siap untuk menjalin hubungan jarak jauh. Menurutnya itu sudah menjadi konsekwensi menjadi istri dari pesepakbola profesional. Bahkan, Vero yang saat ini hamil anak kedua mengaku sudah ditinggal 2 bulan oleh suaminya yang fokus untuk piala AFF ini.
“Dari hamil anak pertama juga sudah jauh sama suami. Ya walaupun pulang mungkin satu atau dua minggu sekali, pasti pulang mas Fachrudin. Malah untuk persiapan piala AFF ini, sudah dua bulan tidak ketemu. Selama ini hanya komunikasi lewat handphone,” ungkap mama dari Daffaro Adams Aryanto ini.
[berita-terkait number=”4″ tag=”final-piala-aff”]
Veronita bersyukur suaminya masih dipercaya menjadi salah satu punggawa timnas dalam gelaran sepakbola untuk negara-negara ASEAN itu. Mas Fachrudin menurutnya pemain paling senior diantara punggawa timnas lainnya. Rekan setimnya, ada yang masih berusia 19 tahun, 20 tahun, 22 tahun dan 25 tahunan. Sedangkan suaminya saat ini sudah berusia 32 tahun.
“Di skuad timnas saat ini, mas Fachrudin termasuk pemain yang senior. Dia juga punya julukan Mister AFF, karena sudah 5 kali sejak tahun 2012 menjadi bagian dari timnas sepakbola Indonesia,” katanya.
Ada ritual yang selalu dilakukan Fachrudin sebelum pertandingan. Dia selalu berkomunikasi atau telpon dengan keluarga. Baik itu dengan istri dan anaknya, juga dengan orangtuanya di Klaten Jawa Tengah serta mertuanya di Ponorogo.
“Bukan ritual sih, tapi kebiasaan. Mas Fachrudin sebelum bertanding pasti minta doa restu dari keluarga. Dia video call saya dan anak, telepon orangtuanya di Klaten dan orangtua di Ponorogo,” pungkasnya. (end/ted)






