Ponorogo (beritajatim.com) – Sebagian siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Karangpatihan Kecamatan Pulung, menempati ruang kelas darurat sejak setahun yang lalu. Ya, ada 3 ruang kelas darurat, dan masing-masing berukuran 3 x 3 meter dibangun di halaman sekolah itu.
Kelas darurat hasil sumbangan dari masyarakat itu, saat ini menampung untuk siswa kelas 2 dan 3. Sementara satu ruang kelas darurat dibiarkan kosong, karena kelas 1 yang berjumlah 11 siswa, ditempatkan di ruang perpustakaan sebagai tempat belajarnya.
“Alhamdulillah, mau gimana lagi, ya dibuat nyaman,” kata Nita, guru kelas 2 di SDN 2 Karangpatihan, Senin (22/07/2024).
Nita mengungkapkan bahwa meskipun ruang kelas darurat terasa panas, karena terbuat dari bahan kalsebot dan asbes, Ia dan rekan-rekannya berupaya membuatnya nyaman bagi para siswa. Setiap minggu, dirinya mengeklaim membuat kreasi di kelas, hasilnya di tempel di dalam ruang kelas tersebut. Sehingga, ruangan itu bisa hidup meski aslinya terasa panas.
“Kami menghias kelas agar siswa merasa nyaman, senang, dan betah meskipun berada di ruang darurat,” kata Nita.
Kelas darurat ini terpaksa dibuat, karena sebagian ruang kelas dari bangunan permanen, kondisinya memprihatinkan. Sangat bahaya, bila ditempati untuk kegiatan belajar mengajar. Saat ini, yang menempati ruang kelas bangunan permanen hanya kelas 4,5, dan 6. Sisanya, kelas 1,2, dan 3 di ruang kelas darurat. Namun, untuk tahun ajaran 2023/2024, kelas 1 menggunakan ruang perpustakaan sebagai tempat belajar mengajar.
Diakui Nita, bahwa kelas darurat ini sangat panas dan berdebu saat musim kemarau. Namun, karena jam pulang siswa kelas 2 adalah pukul 10.30 WIB, mereka belum sampai merasakan kondisi tersebut. Meskipun menghadapi keterbatasan ruang kelas, Nita memastikan bahwa hal ini tidak mempengaruhi pemahaman siswa dalam belajar.
Lebih lanjut, Ia berharap ruang kelas yang rusak, cepat dapat mendapat bantuan. Ia berharap Pemkab Ponorogo membangun kembali sekolah tersebut pada tahun depan.
“Rencananya untuk tahun 2025 nanti, mayoritas bangunan akan direhab total, kecuali bangunan kantor karena kondisinya memang sudah bagus,” pungkasnya. (end/but)






