Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) memacu transformasi menjadi Innovation University dengan memperkuat keunggulan sport science. Inovasi yang dihasilkan harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria menilai Unesa sudah sangat maju. Kampus ini didorong tetap konsisten dengan identitas sebagai pusat olahraga.
“Unesa sudah luar biasa, sangat maju. Ini perlu untuk terus istiqomah dengan identitas yang kuat sebagai kampus olahraga,” ujar Arif saat acara Focus Group Discussion di Gedung Rektorat Unesa, Sabtu (25/4/2026).
Visi Sport University menjadi posisi baru bagi Unesa. Pengembangan riset kini menyentuh ranah psikologi, kebijakan, diplomasi, hingga bisnis olahraga.
“Visi Sport University ini saya kira akan menjadi positioning baru buat Unesa dengan mengembangkan sport sains yang begitu beragam,” tuturnya.
Sektor teknik olahraga turut menjadi perhatian utama. Sentuhan teknologi diharapkan mampu memproduksi peralatan olahraga secara mandiri tanpa harus bergantung pada impor.
Arif menekankan pentingnya kemampuan teknik lokal untuk membuat raket, net, hingga karpet lapangan. Kehadiran fakultas kedokteran olahraga menjadi pilar pendukung lainnya.
“Ini perlu sentuhan-sentuhan teknologi berbasis pada kemampuan kita sendiri di bidang engineering untuk bisa memproduksi barang-barang yang dulunya itu diimpor,” tegas Arif.
BRIN saat ini sedang membangun Pusat Riset Olahraga. Pembangunan ini mengacu pada naskah akademik yang disusun oleh tim pakar dari Unesa.
Kolaborasi kedua lembaga ini diproyeksikan mampu memperkuat prestasi nasional. Unesa dianggap memiliki dasar riset yang sangat kuat untuk pengembangan atlet. “Kami banyak belajar juga dari Unesa tentang bagaimana mengembangkan riset bidang olahraga,” imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Rektor IV Unesa, Dwi Cahyo Kartiko menyebut kualitas manusia adalah penentu masa depan. Manusia unggul harus memiliki fisik yang tangguh dan adaptif.
Ia menyebut, Unesa mengambil posisi tegas bahwa transformasi berpusat pada manusia. Pengembangan sumber daya manusia berkualitas menjadi misi utama kampus dalam persaingan global. “Masa depan dunia tidak ditentukan teknologi semata, tapi oleh kualitas manusia yang mengendalikannya,” kata Dwi Cahyo.
Sport science diletakkan sebagai jantung keunggulan lembaga. Hal ini meliputi riset performa atlet hingga pengembangan industri olahraga berbasis teknologi.
Cahyo menambahkan, Unesa hadir untuk memastikan ketersediaan tenaga ahli yang kuat dan produktif. Strategi ini menjadi bagian dari pembangunan peradaban. “Sport science di Unesa bukan sekedar bidang keilmuan, tapi strategi peradaban,” pungkasnya. [ipl/kun]






