Lamongan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor ekonomi kreatif, melalui penyelenggaraan Lamongan Carnival Fashion Fest Competition yang digelar di GOR Lamongan, Jumat (12/6/2026).
Kompetisi yang untuk pertama kalinya digelar tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lamongan, Mohammad Nalikan. Kegiatan ini diikuti 29 peserta dari berbagai daerah, mulai Lamongan, Gresik, Surabaya, Sidoarjo hingga Malang.
Dalam sambutannya, Nalikan menegaskan bahwa kompetisi ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk menampilkan kreativitas sekaligus mengembangkan potensi ekonomi berbasis karya.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada pengembangan sumber daya manusia dan ekonomi kreatif yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Lamongan Carnival Fashion Fest Competition saya harap menjadi wadah untuk menunjukkan potensi, inovasi, dan kepercayaan diri generasi muda Lamongan dalam menghadapi persaingan di era ekonomi kreatif,” kata Nalikan.
Nalikan menjelaskan, di tengah perkembangan zaman yang berlangsung sangat cepat, daerah yang maju bukan hanya daerah yang mengikuti tren, melainkan mampu menampilkan karakter dan keunikannya sendiri.
“Oleh karena itu, saya berharap kegiatan ini menjadi sarana untuk mengangkat kekayaan budaya, tradisi, dan potensi lokal Lamongan dalam balutan karya yang modern dan inovatif,” katanya.
Nalikan menambahkan, ekonomi kreatif saat ini menjadi salah satu sektor yang memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan daya saing daerah.
“Karena itu, Pemkab Lamongan terus mendorong tumbuhnya ekosistem ekonomi kreatif melalui berbagai program dan kegiatan yang membuka ruang bagi lahirnya talenta-talenta baru di bidang fashion, desain, kerajinan, hingga seni pertunjukan,” tuturnya.
Komitmen tersebut sejalan dengan capaian pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lamongan yang terus menunjukkan tren positif. Pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Lamongan tercatat sebesar 5,40 persen, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 4,81 persen.
“Capaian tersebut menjadi indikator menguatnya perekonomian daerah yang salah satunya ditopang oleh perkembangan sektor industri kreatif,” kata Nalikan.
Dalam kompetisi tersebut, para peserta menampilkan karya terbaik dengan mengedepankan kreativitas, estetika, serta kemampuan pertunjukan. Penilaian dilakukan berdasarkan tiga aspek utama, yakni tata rias (make up), koreografi, dan desain kostum.
Dari seluruh peserta, dewan juri akan menetapkan para pemenang yang terdiri atas Juara I, Juara II, Juara III, Harapan I, dan Harapan II.
Melalui penyelenggaraan perdana Lamongan Carnival Fashion Fest Competition, Pemerintah Kabupaten Lamongan berharap semakin banyak insan kreatif yang lahir dan mampu mengangkat identitas daerah sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat melalui karya-karya inovatif. (fak/ted)






