Pamekasan (beritajatim.com) – Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, secara resmi membentuk Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) di wilayah setempat.
Pembentukan FPRB tersebut, dilakukan dalam rapat koordinasi dalam rangka persiapan pembentukan FPRB yang digelar di Aula BPBD Pamekasan, Jl Jokotole Nomor 143 Pamekasan, Selasa (3/10/2023) kemarin.
“Alhamdulillah kami telah melaksanakan koordinasi (bersama kelompok dan komunitas relawan), sekaligus membentuk FPRB Pamekasan. Semoga amanah demi Pamekasan Hebat,” kata Kepala Pelaksana BPBD Pamekasan, Rusdiyadi, Rabu (4/10/2023).
Dalam rapat koordinasi tersebut, terdapat sebanyak 27 kelompok atau komunitas relawan (sebelumnya ditulis 20 komunitas) diundang untuk membentuk FPRB. Masing-masing Relawan JLB, Brantas, Warasana, PMI, Pramuka, LDII, Senkom, Mahapala UNIRA, dan Mastapala IAIN Madura.
Baca Juga: BPBD Pamekasan Inisiasi Bentuk FPRB
Selain itu juga terdapat kelompok relawan MDMC, Relawan PKS, Rumah Zakat, Cahaya Umat, LPBI NU, PCC, Tagana, Kelompok Peduli Mangrove, Baguna (PDI), Relawan Cahaya Langit, Dewan Gereja, Ligana PPP, ORARI, Relawan Disabilitas, Relawan BAMAG, Eco Pesantren, Forsip, serta Marbot Masjid Keliling.
Untuk diketahui, FPRB merupakan forum relawan yang diisi berbagai kelompok maupun komunitas relawan, dibentuk dalam rangka penanganan masalah kebencanaan di daerah. Mulai dari perumusan kebijakan sampai dengan penanganan bencana itu sendiri.
Baca Juga: Potensi Sektor Pariwisata Pamekasan Menjanjikan
Keberadaan FPRB tersebut juga diharapkan dapat mengkoordinasikan upaya pengurangan risiko bencana, khususnya oleh berbagai pemangku kepentingan atau stakeholder di kabupaten Pamekasan.
Seyogyanya FPRB Pamekasan, sudah digagas bersama sejumlah masyarakat maupun stakeholder dan dibentuk 9 Januari 2021 silam. Hanya saja komposisi struktur atau kepengurusan belum mendapatkan SK resmi dari pemangku kebijakan.
Pada saat itu keberadaan FPRB Pamekasan dimaksudkan sebagai upaya untuk menekan berbagai risiko bencana, melalui berbagai program pendidikan dan peningkatan wawasan tentang kebencanaan, guna mewujudkan terciptakan wawasan koleksi masyarakat melek bencana. [pin/ted]






