Pamekasan (beritajatim.com) – Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, menginisiasi pembentukan Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) di wilayah setempat.
Inisiasi tersebut dibuktikan dengan menggelar rapat koordinasi dalam rangka persiapan pembentukan FPRB yang digelar di Aula BPBD Pamekasan, Jl Jokotole Nomor 143 Pamekasan, Selasa (3/10/2023).
Dalam rapat koordinasi tersebut, terdapat sebanyak 20 komunitas relawan diundang untuk membentuk FPRB. Masing-masing Relawan JLB, Brantas, PSHT, PMI, Pramuka, LDII, Senkom, Mahapala UNIRA, dan Mastapala IAIN Madura.
Selain itu juga terdapat kelompok relawan MDMC, Relawan PKS, Rumah Zakat, Cahaya Umat, LPBI NU, PCC, Tagana, Kelompok Peduli Mangrove, Baguna (PDI), Ralawan Cahaya Langit, serta Dewan Gereja.
Baca Juga: BPBD Pamekasan Terjunkan 8 Armada Tangki Air Tanggulangi Kekeringan
“Rapat koordinasi dalam rangka persiapan pembentukan FPRB Pamekasan, dihadiri sekitar 20 perwakilan kelompok maupun komunitas relawan di Pamekasan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Pamekasan, Rusdiyadi.
Keberadaan FPRB tersebut nantinya diharapkan dapat mengkoordinasikan upaya pengurangan risiko bencana, khususnya oleh berbagai pemangku kepentingan atau stakeholder di kabupaten Pamekasan.
“FPRB ini merupakan forum relawan yang diisi berbagai kelompok maupun komunitas relawan, dibentuk dalam rangka penanganan masalah kebencanaan di daerah. Mulai dari perumusan kebijakan sampai dengan penanganan bencana itu sendiri,” ungkapnya.
Dari itu, keberadaan FPRB tersebut nantinya dapat memahami beragam tahapan manajemen resiko bencana secara keseluruhan, tidak kalah penting dengan tetap mengacu pada berbagai aspek maupun prosedur yang sudah ditentukan.
“Tentu kami sangat berharap nantinya ada rencana mitigasi sebagai tahap preventif, dilanjutkan dengan tahap peringatan dini, selanjutnya ada tahapan proses evakuasi ketika bencana sudah terjadi, serta tahap pemulihan pasca bencana guna memperbaiki infrastruktur terdampak bencana,” jelasnya. [pin/ted]






