Magetan (beritajatim.com) — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan menggelar Apel Kesiapsiagaan Bencana dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026. Kegiatan dipusatkan di kawasan Embung Pendem, Kecamatan Ngariboyo, sejak Minggu (26/4/2026).
Apel dipimpin Wakil Bupati Magetan Suyatni Priasmoro dan diikuti unsur lintas sektor, mulai dari jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), TNI/Polri, hingga relawan kebencanaan.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Magetan, Eka Radityo, mengatakan peringatan HKB menjadi momentum penting untuk memperkuat kesiapsiagaan seluruh elemen dalam menghadapi potensi bencana.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat, dan relawan. Kesiapsiagaan tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi harus kolaboratif,” ujar Eka Radityo.
Selain apel, BPBD Magetan juga menggelar pelatihan water rescue atau penyelamatan di air selama dua hari, 26–27 April 2026. Sebanyak 50 relawan dari berbagai wilayah di Magetan dilibatkan dalam pelatihan tersebut.
Pelatihan menghadirkan instruktur dari Basarnas Trenggalek dengan fokus pada peningkatan keterampilan teknis penanganan bencana air, termasuk teknik evakuasi dan keselamatan di medan perairan.
Eka menambahkan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia relawan menjadi salah satu prioritas dalam upaya mitigasi bencana di daerah.
“Pelatihan ini bagian dari langkah konkret untuk memastikan relawan memiliki kemampuan yang memadai saat terjun di lapangan, khususnya dalam operasi SAR air,” katanya.
Ia berharap rangkaian kegiatan HKB 2026 mampu memperkuat koordinasi lintas sektor serta menumbuhkan budaya sadar bencana di tengah masyarakat.
“Ke depan, kami ingin Magetan semakin tangguh dalam menghadapi bencana, dengan sistem yang terintegrasi dan SDM yang profesional,” pungkasnya. [fiq/suf]






