Ringkasan Berita:
- Cleo bersama LMI menyalurkan 35 dus air mineral untuk penyintas gempa Sulawesi Tengah melalui RNPB Chapter Palu.
- Bantuan diprioritaskan bagi warga terdampak di Desa Kadidia dan Desa Kamarora, Kabupaten Sigi.
- Air bersih menjadi kebutuhan paling mendesak selama masa tanggap darurat dan pemulihan pascagempa.
- Kolaborasi sektor swasta dan lembaga kemanusiaan diharapkan mempercepat pemulihan masyarakat terdampak.
Palu (beritajatim.com) – Bantuan bagi warga terdampak gempa bumi di Sulawesi Tengah terus berdatangan. PT Sariguna Primatirta Tbk, produsen Air Mineral Cleo yang berada di bawah naungan Cleo Tanobel Food, menggandeng Lembaga Manajemen Infaq (LMI) menyalurkan bantuan logistik berupa 35 dus air mineral untuk para penyintas gempa berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Palu dan sekitarnya pada 16 Juni 2026.
Bantuan tersebut disalurkan melalui Relawan Nusantara Penanggulangan Bencana (RNPB) Chapter Palu, unit relawan kemanusiaan di bawah LMI yang fokus pada kegiatan mitigasi, penanganan, dan pemulihan pascabencana. Penyerahan bantuan dilakukan di pos logistik RNPB di Jalan Gelatik Nomor 88, Kota Palu, Senin (22/6/2026).
Penyaluran bantuan air minum menjadi langkah penting untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap air bersih akibat kerusakan infrastruktur pascagempa. Selain untuk konsumsi sehari-hari, air bersih juga dibutuhkan guna menjaga kesehatan dan kebersihan warga selama masa tanggap darurat.
Personel RNPB Chapter Palu, Muhammad Mulki, memastikan bantuan dari Cleo telah diterima dan siap didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Sebanyak 35 dus air mineral Cleo telah diterima oleh kami di pos logistik Jalan Gelatik Nomor 88 Kota Palu, Sulawesi Tengah,” ujar Muhammad Mulki.
Menurutnya, bantuan tersebut akan segera disalurkan ke Desa Kadidia dan Desa Kamarora di Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi. Kedua desa menjadi wilayah prioritas karena banyak warga masih membutuhkan dukungan logistik dasar untuk menjalani aktivitas sehari-hari.
Humanitarian Program Laznas LMI, Susanto, mengatakan bantuan air mineral menjadi salah satu kebutuhan utama yang paling dibutuhkan masyarakat terdampak, baik di kawasan pengungsian maupun permukiman warga yang mengalami kerusakan.
“Alhamdulillah, 35 dus (air mineral) Cleo dari PT Sariguna Primatirta Tbk sudah kami terima dan akan segera kami salurkan ke desa-desa yang terdampak,” katanya.
Ia menambahkan, ketersediaan air bersih menjadi faktor krusial dalam menjaga kesehatan warga selama masa pemulihan pascabencana.
“Air bersih jadi prioritas utama warga pasca gempa. Terima kasih kepada Cleo dan seluruh tim Tanobel Food atas kepeduliannya,” sambung Susanto.
Kontribusi dunia usaha dinilai memiliki peran strategis dalam mempercepat proses pemulihan masyarakat terdampak bencana. Dukungan logistik dasar seperti air minum tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan harian warga, tetapi juga meringankan beban mereka di tengah proses bangkit dari dampak gempa.
Manfaat bantuan tersebut dirasakan langsung oleh warga penerima. Salah seorang penyintas, Ibu Mufida, mengaku bantuan air mineral sangat membantu kebutuhan keluarganya di tengah kondisi yang belum sepenuhnya pulih.
“Terima kasih para donatur. Air ini sangat membantu kami untuk minum dan memasak sehari-hari,” ungkapnya.
Kolaborasi antara Cleo, LMI, relawan RNPB, dan masyarakat menjadi bukti pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi situasi darurat bencana. Dukungan yang diberikan tidak hanya berupa bantuan material, tetapi juga menjadi wujud kepedulian yang mampu menguatkan semangat warga untuk bangkit kembali.
LMI melalui jaringan relawannya menegaskan akan terus mengawal distribusi bantuan dari para donatur dan mitra agar tepat sasaran kepada masyarakat terdampak. Seiring berjalannya proses pemulihan, kebutuhan bantuan dasar masih menjadi perhatian utama sehingga kolaborasi berbagai pihak diharapkan mampu mempercepat pemulihan kehidupan warga di wilayah terdampak gempa Sulawesi Tengah. [fiq/beq]






