Malang (beritajatim.com) – Cuaca di Malang Raya pada Sabtu (16/8/2025) diperkirakan didominasi kondisi berawan, hujan ringan, dan kabut dengan suhu relatif sejuk, menurut prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda.
BMKG menyebutkan, Kota Malang pada pagi hari pukul 07.00–09.00 WIB diperkirakan berawan. Memasuki pukul 10.00 WIB kondisi berubah menjadi cerah berawan, lalu siang hari sekitar pukul 13.00 WIB berpotensi kabut. Menjelang sore, kabut masih berlangsung, sedangkan malam hingga dini hari Minggu (17/8/2025) cuaca kembali berawan. Suhu harian di Kota Malang diprediksi berada pada rentang 18–29 derajat Celsius.
Di Kabupaten Malang, pagi hari sebagian besar kecamatan berawan, sementara wilayah Ampelgading, Dampit, Jabung, Kasembon, Poncokusumo, dan Pujon berpotensi hujan ringan. Memasuki pukul 10.00–13.00 WIB, cuaca umumnya cerah berawan dan berawan, dengan kabut yang muncul di Kalipare, Karangploso, Ampelgading, Singosari, Lawang, Tirtoyudo, dan Pujon.
Pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIB, sebagian besar kecamatan diprakirakan kabut dan cerah berawan, termasuk di Ampelgading, Ngantang, Pujon, dan Singosari. Malam hari pukul 19.00–22.00 WIB cuaca cenderung berawan dengan potensi kabut di Kasembon, Ngantang, dan Pujon. Dini hari Minggu, mayoritas kecamatan tetap berawan, kecuali Tirtoyudo yang diperkirakan cerah berawan. Suhu harian berkisar antara 20–30 derajat Celsius.
Kota Batu yang meliputi Kecamatan Batu, Bumiaji, dan Junrejo diprakirakan hujan ringan pada pagi hari. Sejak pukul 10.00 WIB cuaca berawan, lalu siang hingga sore hari diprediksi kabut. Pada malam hari pukul 19.00 WIB, udara kabut kembali menyelimuti kawasan Batu hingga malam, sebelum berubah berawan menjelang dini hari. Suhu Kota Batu berada pada rentang 15–23 derajat Celsius.
BMKG menambahkan, kondisi kabut dan hujan ringan ini merupakan fenomena yang lazim terjadi di Malang Raya pada musim kemarau basah. Faktor topografi pegunungan serta kelembapan udara tinggi membuat potensi kabut lebih sering muncul, terutama di daerah perbukitan seperti Pujon, Ngantang, hingga Kota Batu.
Situasi tersebut bisa memengaruhi jarak pandang pengendara di jalur lintas Malang–Batu maupun Malang–Blitar. Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan juga diimbau untuk menyiapkan perlengkapan tambahan seperti jas hujan ringan atau lampu kendaraan yang memadai. [dan/beq]






