Medan (beritajatim.com) – Ulama kharismatik Tuan Guru Batak, Syekh Dr Ahmad Sabban El-Rahmaniy Rajagukguk MA, menilai Budiman Sudjatmiko adalah tokoh muda yang visioner, berpikir strategis, bersih dan berani. Dia merupakan aset bangsa yang dimiliki PDIP.
“Kebetulan saya pernah bertemu, berdiskusi dan satu panggung menyampaikan tausiah kebangsaan dengan Budiman beberapa waktu yang lalu di Medan, dan saya menilai beliau sosok tokoh muda yang visioner, berpikir strategis, bersih dan berani menghadapi tantangan, beliau itu aset bangsa yang di miliki oleh PDIP dan saya yakin Ibu Mega pasti akan bijaksana dan Arif dalam memberikan keputusan tentang Budiman,” ungkap Mursyid Pondok Persulukan Tareqat Naqsyabandy Serambi Babussalam Simalungun Sumatera Utara, ketika di tanya awak media tanggapannya tentang sanksi yang akan di berikan PDIP kepada Budiman Sudjatmiko yang terang terangan membela Capres Prabowo Subianto dalam deklarasi Prabu di Semarang (18/8/2023).
Namun, Tuan Guru Batak tidak mau mengomentari aturan dan kebijakan internal partai PDIP. “Itu urusan internal partai, kita tidak punya kewenangan sedikitpun mencampuri itu dan kita harus hormati itu. Saya hanya ingin menegaskan bahwa sepanjang kami kemarin diskusi dan sama-sama menyampaikan tausiah kebangsaan, beliau merupakan asset bangsa, asset PDIP yang cerdas, visioner, berani dan berpikir strategis,” ungkapnya.
Baca Juga: Besok PDIP Umumkan Sanksi Budiman Sudjatmiko, Pilihannya Mundur Atau Dipecat
Tuan Guru Batak juga yakin Budiman akan patuh dan menghormati apapun putusan partai terhadapnya. “Sebagai seorang tokoh pergerakan, yang punya pengalaman pahit mempertaruhkan idealismenya, sebagai bentuk konsukuensi panggilan sejarah, saya yakin Budiman akan legowo dan menghormati putusan PDIP tersebut, karena semua partai pasti punya prinsip dan mekanisme yang harus dipatuhi oleh semua anggotanya,” katanya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyebut partainya bakal mengumumkan sanksi terhadap salahe satu kadernya, Budiman Sudjatmiko pada Senin (21/8/2023) besok, karena dia mengumumkan secara terbuka mendukung bakal calon presiden dari partai lain, Prabowo Subianto.
“Nanti, Pak Komarudin akan mengumumkan, yang jelas partai tidak mentolerir terhadap tindakan indisipliner setiap kader partai. Partai akan mengambil suatu tindakan yang tegas. Opsinya mengundurkan diri atau menerima sanksi pemecatan,” kata Hasto Kristiyanto di sela-sela Rapat Kerja Daerah (Rakerda) III DPD PDIP Kalimantan Timur di Balikpapan, Minggu (20/8/2023). (ted)






