Pamekasan (beritajatim.com) – Program pengeboran dan pipanisasi yang dilakukan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemenhan RI) maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, menjadi salah salah satu faktor berkurangnya titik kekeringan di wilayah setempat.
Saat ini titik kekeringan di Pamekasan, tersebar di 231 dusun di 76 desa di 11 kecamatan berbeda Pamekasan. Angka tersebut merupakan hasil assessment Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, yang dilakukan sejak beberapa bulan terakhir.
Angka tersebut relatif lebih kecil dibanding titik kekeringan pada musim kemarau tahun sebelumnya, di mana titik kekeringan tersebar di 269 dusun di 76 desa di 11 kecamatan berbeda di Pamekasan. Berkurang sebanyak 38 titik dibanding kemarau sebelumnya.
“Berdasar hasil asesmen, berkurangnya titik kekeringan terjadi karena beberapa faktor. Di antaranya karena adanya program pengeboran dan pipanisasi dari Kemenhan RI beberapa waktu lalu, termasuk program Pemkab melalui dana pikir, serta inisiatif mandiri warga,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Pamekasan, Achmad Zainullah kepada beritajatim.com, Selasa (23/9/2025).
Dari total titik kekeringan tersebut, hanya terdapat 2 (dua) dari total 13 kecamatan di Pamekasan, dinyatakan bebas dari kekeringan. “Untuk dua kecamatan yang dinyatakan bebas dari kekeringan, yakni kecamatan Pakong dan kecamatan Pamekasan (Kota),” ungkapnya.
Sementara titik kekeringan tersebut diklasifikasikan dalam dua jenis Kekeringan, yakni kekeringan langka dan kekeringan kritis. “Kekeringan langka terdata di sebanyak 158 titik, dan Kekeringan kritis (ekstrem) tersebar di 73 titik. Titik terbanyak kekeringan kritis tersebar di 27 titik di kecamatan Batumarmar, 15 titik di Pademawu, serta 12 titik di Waru,” jelasnya.
“Kekeringan langka dikatagorikan dengan kebutuhan air di dusun berada di bawah 10 liter per orang per hari, dan jarak tempuh dari rumah warga ke sumber mata air terdekat sekitar 0,5 kilometer (km) hingga 3 km. Jenis kekeringan kritis terjadi karena pemenuhan air di dusun mencapai 10 liter lebih per orang per hari dengan jarak yang ditempuh masyarakat untuk mendapatkan air bersih sejauh 3 km bahkan lebih,” pungkasnya. [pin/but]






