Surabaya (beritajatim.com) – Sejumlah pengurus dan anggota DPD PDI Perjuangan Jatim mengunjungi kantor DPD Partai Gerindra Jatim di Jalan Gayungsari Surabaya. Dalam silaturahmi politik tersebut, kedua partai ini tidak hanya membahas Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jatim, akan tetapi juga Pemilihan Gubernur (Pilgub).
Tujuan dari silaturahmi ini salah satunya membangun kabupaten dan kota di Jawa Timur untuk mendapatkan pemimpin yang terbaik. Sehingga mampu memajukan provinsi Jatim secara keseluruhan.
Dalam silaturahmi ini kedua partai membahas Pilkda di 38 kabupaten/kota. Ada sekitar 16-17 daerah yang punya kesamaan visi, namun untuk Pilgub Jawa Timur belum selesai.
Sekretaris Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Gerindra Jatim Kharisma Febriansyah menyatakan bahwa pada prinsipnya Gerindra dan PDI Perjuangan sudah satu visi. Hanya saja menurutnya, beberapa daerah lain sudah ada pasangan calon yang muncul terlebih dulu.
“Seperti contohnya Kota Surabaya, Partai Gerindra belum memiliki pasangan calon yang akan diusung sehingga pilihannya ada dua, yakni menyiapkan pasangan atau bergabung dengan partai lain yang sudah memiliki pasangan calon yang akan diusung,” katanya.
Sementara itu, Ketua harian DPD PDI Perjuangan Jatim Budi Sulistiyono mengatakan bahwa kerja sama politik ini meliputi tiga hal. Pertama, bersama-sama, apakah yang nomor 1 dari Gerindra dan yang nomor 2 dari PDIP, atau sebaliknya. Kedua, salah satu parpol memang tidak punya calon sehingga cukup mendukung. Dan yang ketiga, sama-sama tapi tidak sambung dan kalau bertempur jangan keras keras agar paska kontestasi tidak ada yang terluka parah.
Kanang menambahkan tahun 2024 adalah pilkada serentak yang pertama kali di seluruh Indonesia. Sehingga ia mengajak partai lain berkumpul untuk membicarakan daerah yang bisa diusung bersama-sama.
Terkait Pilgub Jatim, Budi Sulistiyono mengaku bahwa Gerindra sudah menentukan pilihan, yakni mengusung paslon incumbent Khofifah-Emil. PDIP menghormati keputusan tersebut dan begitu juga sebaliknya, Gerindra menghormati PDIP yang belum bersikap. [way/but]






