Blitar (beritajatim.com) – Meski masih berstatus sebagai Bakal Calon Wali Kota Blitar, Bambang Rianto atau yang akrab disapa Bambang Kawit ikut mengkritisi berkurangnya perolehan kursi PDIP di DPRD Kota Blitar.
Bambang menyebut tidak seharusnya hal itu terjadi. Pasalnya pada Pileg 2024 lalu, sang Wali Kota yakni Santoso berasal dari PDIP ditambah Ketua DPRD nya juga berasal dari PDIP.
“Harusnya kayak kemarin itu (penurunan jumlah kursi) tidak boleh, karena Wali Kota nya dari PDIP, Ketua DPRD dari PDIP,” ungkap Bambang Kawit, Minggu (7/7/2024).
Untuk diketahui pada Pemilihan Legislatif 2024 lalu, jumlah kursi PDIP di DPRD Kota Blitar memang berkurang 2. Dari yang awalnya 10 kursi menjadi 8 kursi.
Kondisi itu ternyata juga jadi perhatian Bambang Kawit. Sebagai politisi ia pun menyayangkan hal itu bisa terjadi.
“Dan insyaallah kalau saya jadi kami memang punya kewajiban untuk mengembalikan kursi PDIP menjadi 10 kursi bahkan insyaallah nanti kita tambah,” ungkapnya.
Pileg dan Pilpres 2024 lalu memang menjadi pil pahit bagi PDIP Kota Blitar. Meski Wali Kota Blitar berasal dari PDIP, namun dalam kontestasi Pilpres dan Pileg partai berlogo banteng moncong itu harus tertunduk lesu.
Di Pilpres lalu, calon yang diusung PDIP yakni Ganjar-Mahfud MD harus menerima kekalahan menyakitkan dari Prabowo-Gibran. Hampir di semua TPS di Kota Blitar, Ganjar-Mahfud kalah dari Prabowo-Gibran.
Kondisi itu ternyata tak jauh beda dengan Pileg. Diluar prediksi, kursi PDIP di DPRD Kota Blitar turun. Kondisi tersebut tentu menjadi pukulan telak bagi PDIP Kota Blitar. [owi/aje]






