Surabaya (beritajatim.com) – Lahan kosong seluas setengah hektare di SMAN 1 Tanggul, Jember, kini disulap jadi kebun sayur produktif. Melalui program School Food Care (SFC), ratusan murid tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga praktik langsung tentang ketahanan pangan, kewirausahaan, hingga menjaga lingkungan.
Program SFC ini diresmikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, Kamis (21/8/2025) lalu. Ia menyebut, kegiatan ini bisa menjadi ‘laboratorium alam’ yang mengajarkan siswa kemandirian, cinta lingkungan, hingga semangat entrepreneur.
“SFC mengajarkan kemandirian, cinta lingkungan, dan pemahaman lintas ilmu. Karena ini laboratorium alam yang memadukan biologi, fisika, dan kimia,” ujar Aries di Surabaya, Minggu (24/8/2025).
Fakta Menarik Program SFC di SMAN 1 Tanggul

– Memanfaatkan lahan kosong setengah hektare di belakang sekolah.
– Ditanami sayuran, kacang, dan umbi dengan masa panen di bawah 6 bulan.
– Gunakan metode hidroponik, aeroponik, dan polybag karena kondisi tanah perbukitan.
– Hasil panen dijual kembali – keuntungan dipakai untuk bibit baru dan perbaikan sanitasi air.
– Melibatkan seluruh siswa, guru, karyawan, dan komite sekolah.
Kepala SMAN 1 Tanggul, Marta Mila Sughesti, menambahkan bahwa program ini masuk ke kurikulum sekolah melalui P5, PKWU, dan Double Track.
“Kami ingin siswa punya keterampilan hidup, tidak hanya teori akademik. Tapi juga pengalaman nyata yang bermanfaat untuk masyarakat,” jelasnya.
Dengan adanya SFC, sekolah berharap siswa tidak hanya cerdas secara akademis, tapi juga terampil, produktif, dan peduli lingkungan. [ipl/aje]






