Pamekasan (beritajatim.com) – Sebanyak 68 Satuan Pelayanan Pengelolaan Gizi (SPPG) di Pamekasan, terdaftar sebagai pengelola salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto, yakni program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal tersebut berdasar data Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, di mana dari total angka tersebut baru tercatat sebanyak 45 unit SPPG terdaftar sudah mulai aktif beroperasi. Namun dari jumlah tersebut, tercatat baru 8 unit SPPG yang sudah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), serta 18 lainnya sedang dalam proses verifikasi.
“Dalam program ini kami bukan satu-satunya pelaksana, tapi kami bagian dari satgas yang bertugas memberi pembinaan dan pengawasan dari aspek kesehatan. Pendirian SPPG bisa dilakukan siapa saja, asal memenuhi syarat sanitasi dan kelayakan,” kata Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Pamekasan, Achmad Syamlan, Rabu (8/10/2025).
Beberapa syarat harus terlebih dahulu dipenuhi oleh masing-masing SPPG yang akan melaksanakan program MBG, sehingga nantinya bisa mendapatkan status memenuhi syarat setelah dilakukan proses penilaian.
“Tahap penting dalam penilaian SPPG, di antaranya Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) dengan skor minimal 80, penyuluhan keamanan pangan minimal 50 persen tenaga pengolah sudah memahami cara pengolahan pangan aman, serta uji laboratorium sampel makanan dan air guna memastikan tidak terkontaminasi bakteriologis maupun kimiawi,” ungkapnya.
Selain itu pihaknya juga mengingatkan masyarakat agar menu makanan dari program MBG tidak dibawa pulang atau disimpan terlalu lama, sebab makanan yang tidak dikonsumsi dalam batas waktu aman bisa menjadi sumber keracunan.
“Karena itu kami minta semua pihak saling mendukung mulai dari sekolah, relawan hingga orang tua agar anak-anak kita makan di tempat dan dalam kondisi yang masih layak konsumsi,” imbaunya.
Tidak hanya itu, pihaknya juga menekankan pentingnya edukasi maupun pengawasan berkelanjutan. “Oleh karena itu kami berharap pelaksanaan program MBG benar-benar memberikan manfaat kesehatan dan gizi optimal bagi masyarakat,” pungkasnya. [pin/aje]






