Malang (beritajatim.com) – Dampak banjir luapan Sungai Tundo dan Sungai Purwo di Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, mengakibatkan ratusan rumah warga terendam banjir. Satu rumah dilaporkan hancur dan dua lainnya rusak berat.
“Yang terendam banjir ratusan rumah, tergenang, kalau rumah rusak berat ada dua rumah. Sementara satu rumah hancur terseret banjir,” ungkap Kepala Desa Pujiharjo, Hendik Arso, Senin (10/7/2023).
Hendik menjelaskan, kebutuhan yang paling utama bagi warga desa saat ini adalah bantuan perbaikan dan pengerukan sungai. Termasuk, membutuhkan 1000 Bronjong sebagai penahan air bah ketika hujan deras mengguyur kembali.
“Kami membutuhkan 1000 Bronjong untuk penahan tanggul sungai. Termasuk kita butuh perbaikan dan pengerukan sungai. Kalau tidak segera dilakukan pengerukan dan perbaikan, ya sia sia karena faktor utama banjir ini berasal dari luapan sungai,” beber Hendik.
BACA JUGA:
Kisah Mahasiswa Spanyol Terseret Ombak di Malang, Pegang Papan dan Tidur di Lubang Pasir
Hendik mengaku, pihaknya selama ini sudah melakukan berbagai upaya pengerukan.
“Dana kami sampai habis untuk melakukan normalisasi sungai. Kita bagian sewa alat berat sendiri, dan itu biayanya mahal. Kami berharap pemerintah Propinsi Jawa Timur bisa melakukan pengerukan dan normalisasi aliran sungai,” kata Hendik.
BACA JUGA:
Diterjang Banjir, Jalan Desa Tirtoyudo Malang Rusak Parah
Hendik menambahkan, untuk bantuan bahan pangan sejauh ini sudah mencukup. Untuk total kerugian pasca banjir mencapai lebih dari Rp400 juta. Beberapa kerusakan infrastruktur di desa seperti jajan dan juga sawah, cukup banyak.
“Kalau untuk sawah yang terdampak banjir ada banyak, 10 hektaran lah. Bahkan ada sawah warga kami yang sudah berubah jadi sungai,” pungkas Hendik. [yog/beq]






