Pasuruan (beritajatim.com) – Banjir Pasuruan melumpuhkan total akses menuju Dusun Balongrejo, Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, setelah genangan setinggi satu meter merendam seluruh jalan desa sejak Selasa (24/3/2026) malam. Hingga Rabu (25/3/2026) siang, kawasan ini masih terisolasi akibat kondisi geografis yang rendah dan menjadi titik terparah terdampak.
Warga tidak dapat menjalankan aktivitas harian dan memilih bertahan di dalam rumah sambil menunggu air surut. Terputusnya jalur darat membuat mobilitas masyarakat sepenuhnya bergantung pada perahu kayu milik warga yang digunakan sebagai sarana evakuasi dan distribusi logistik.
Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori atau Gus Shobih, turun langsung ke lokasi dengan menembus genangan menggunakan perahu kecil bersama tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). “Kita melihat kondisi banjir yang setiap kali terjadi di Dusun Balongrejo, juga memberikan bantuan kepada warga dan kebutuhan bayi,” ujarnya.
Kehadiran Gus Shobih bertujuan memastikan bantuan logistik tersalurkan dengan tepat, khususnya bagi kelompok rentan. Pemerintah daerah memprioritaskan distribusi paket sembako serta perlengkapan balita yang menjadi kebutuhan paling mendesak bagi warga terdampak.
Berdasarkan data BPBD, banjir tahunan di wilayah ini disebabkan oleh luapan sungai yang tidak mampu menampung tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir. Petugas masih bersiaga di posko darurat untuk mengantisipasi kondisi darurat, termasuk kebutuhan medis warga di tengah genangan.
Gus Shobih menegaskan pemerintah daerah tidak ingin persoalan banjir di Desa Kedungringin terus berulang tanpa solusi jangka panjang. “Kita akan melakukan kajian teknis dalam mengantisipasi banjir tahunan, terutama daerah yang setiap kali terdampak,” jelasnya.
Kajian teknis tersebut akan melibatkan ahli hidrologi guna memetakan sistem drainase serta kemungkinan normalisasi sungai di kawasan Kecamatan Beji. Pemerintah Kabupaten Pasuruan juga berkomitmen mengalokasikan anggaran untuk mempercepat penanganan di titik-titik rawan banjir.
Langkah strategis ini diharapkan mampu mengurangi beban sosial dan ekonomi warga Dusun Balongrejo akibat bencana musiman. Sementara itu, pemantauan cuaca ekstrem terus dilakukan agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan hingga akhir musim penghujan. [ada/beq]






