Gresik (beritajatim.com) – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) bersama Wakil Bupati dr. Asluchul Alif meninjau banjir yang merendam Desa Kedungrukem, Kecamatan Benjeng, akibat luapan Kali Lamong. Selain melakukan peninjauan, keduanya juga menggelar rapat koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat guna membahas langkah antisipasi dan percepatan penanganan banjir.
Dalam kunjungannya, Gus Yani dan Alif menyambangi dapur umum yang didirikan di Balai Desa Kedungrukem. Dapur umum ini disiapkan untuk menyediakan makanan sahur dan berbuka bagi warga terdampak banjir selama Ramadan.
“Kami sudah menggelar rapat koordinasi dengan Sekda, Dinas PUTR, Dinsos, BPBD, serta para camat di wilayah terdampak. Dengan curah hujan tinggi dalam dua hari terakhir, air Kali Lamong kembali meluap. Oleh karena itu, langkah antisipasi harus segera dilakukan,” ujar Gus Yani, Senin (3/3/2025).
Ia menambahkan bahwa pendirian dapur umum bertujuan untuk memastikan warga yang menjalankan ibadah puasa tetap mendapatkan makanan yang layak.
“Kami ingin memastikan warga terdampak tetap bisa sahur dan berbuka dengan baik. Semoga air segera surut dan hujan tidak turun lagi malam ini, sehingga luapan air bisa terkendali,” imbuhnya.
Percepatan Penanganan Banjir
Selain mendirikan dapur umum, Pemkab Gresik juga merancang sejumlah langkah percepatan penanganan banjir. Salah satu upaya yang dilakukan adalah membangun kolam retarding basin atau kolam retensi sebagai penampung air sementara.
“Tahun ini sudah ada pembebasan lahan untuk kolam retarding basin kedua, seperti yang sudah dilakukan di Kecamatan Cerme. Kami berharap pembebasan lahan untuk percepatan pembangunan kolam retensi di sepanjang sungai Kali Lamong dapat segera dimulai,” jelasnya.
Menurut Gus Yani, kolam retensi di Cerme memang sudah berfungsi optimal, namun kapasitasnya masih terbatas. Oleh karena itu, pemerintah daerah berencana membangun kolam retensi kedua di Balongpanggang.
“Kami juga berharap DPRD Gresik dapat mendukung optimalisasi anggaran untuk proyek ini agar penanganan banjir lebih efektif,” tambahnya.
Banjir kali ini tidak hanya terjadi akibat luapan Kali Lamong. Beberapa kecamatan lain seperti Bungah, Dukun, dan Manyar juga terdampak akibat meluapnya Sungai Bengawan Solo. Akibatnya, puluhan warga di wilayah tersebut harus menghadapi genangan air setinggi 20-30 sentimeter.
Pemerintah Kabupaten Gresik terus berupaya mengatasi dampak banjir dengan berbagai langkah strategis, termasuk pembangunan infrastruktur pengendali banjir agar bencana serupa tidak terus berulang. [dny/but]






