Gresik (beritajatim.com)- Hari kedua Bulan Ramadan 1446H, warga yang tinggal di Kecamatan Benjeng, Menganti, Cerme, Dukung, dan Kecamatan Bungah, Gresik, masih dihantui permasalahan banjir imbas meluapnya Kali Lamong. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat ada ratusan rumah warga tergenang di ketinggian 20 hingga 30 centimeter.
Kondisi yang paling parah terjadi di Desa Bringkang, Kecamatan Menganti. Tepatnya di lokasi Perum Oma Indah. Sebanyak 35 rumah warga disana terendam banjir. Sehingga, membuat 51 orang mengungsi ke balai RW.
Hal serupa juga terjadi pada Perum Maharaja Residence. Ada 35 rumah terendam banjir. Termasuk di Perum Graha Menganti, Desa Pranti. Warga setempat diungsikan karena ketinggian air mencapai lutut orang dewasa, dan 85 rumah terendam banjir.
“Sejumlah warga terpaksa diungsikan ke tempat lebih aman karena ketinggian air cukup tinggi,” ujar Kepala BPBD Gresik Sukardi, Minggu (2/3/2025).
Meluapnya Kali Lamong juga menerjang sejumlah desa di Kecamatan Cerme. Sebanyak 5 desa tergenang air di ketinggian 10 hingga 30 cm. Sehingga, membuat fasilitas umum (Fasum), area tambak ikan, dan jalan raya tergenang. Desa yang dimaksud yakni Morowudi, Pandu, Dungus, Dadapkuning, dan Iker-Iker Geger.
“Di daerah itu, ada 85 rumah warga Desa Morowudi masih dikelilingi banjir setinggi 20 centimeter,” imbuh Sukardi.
Banjir juga terjadi imbas meluapnya Sungai Bengawan Solo. Sebanyak tiga desa di Kecamatan Bungah terkena dampaknya. Data BPBD Gresik mencatat puluhan rumah warga di Desa Bungah terendam.
Selain itu 1 masjid serta sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) juga mengalami hal yang sama. Rinciannya, Dusun Bungah 30 rumah terendam, Dusun Kaliwot 20 rumah, Dusun Dukuh 15 rumah, Dusun Karangpoh 35 rumah, 1 musholla.
Banjir juga menerjang Desa Sukowati yang menyebabkan 5 warga tergenang. Sementara di Desa Mojopuro Wetan 11 rumah, dan 1 masjid ikut tergenang.
“Khusus di Kecamatan Balongpanggang yang sempat mendapatkan luapan Kali Lamong. Kini kondisinya sudah surut,” ungkap Sukardi.
Ia menambahkan, upaya lainnya terkait dengan kejadian meluapnya Kali Lamong dan Bengawan Solo. BPBD Gresik terus berkordinasi dengan BBWS Bengawan Solo, BPBD jatim dan relawan desa serta pemerintah desa.
“Kami terus melakukan monitoring dan pendataan Banjir, serta mengevakuasi warga menuju tempat yang aman,” imbuhnya. [dny/aje]






