Mojokerto (beritajatim.com) – Tak hanya mengenangi Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto saja, banjir juga menyambangi warga Kota Mojokerto. Sedikitnya, enam lingkungan di empat kelurahan yang ada di Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto juga terendam air banjir.
Tingginya curah hujan membuat ratusan rumah warga terdampak. Banjir merendam Lingkungan Trenggilis barat dan Perumdam di Kelurahan Blooto, Lingkungan Cakarayam Baru Kelurahan Mentikan, Lingkungan Prajurit Kulon Kelurahan Prajurit Kulon serta Perumahan Pulorejo dan Lingkungan Balongcangring 2 Kelurahan Pulorejo.
Ketinggian air bervariasi mulai dari 10-50 cm. Seperti di Kelurahan Blooto ketinggian air mencapai 40-50 cm dan di dalam rumah bervariatif antara 10-20 cm. Total terdapat 135 jiwa yang terdampak. Di Kelurahan Pulorejo ketinggian air rata-rata berkisar 20-30 cm dengan 100 warga terdampak banjir.
Banjir yang cukup parah terjadi di Kelurahan Prajurit Kulon dengan 250 warga yang terdampak dan di Kelurahan Mentikan kurang lebih 400 warga terdampak. Warga terdampak banjir disuplai kebutuhan berupa konsumsi melalui dapur umum dan obat-obatan dari posko kesehatan.
Dinkes PPKB Kota Mojokerto menerjunkan tim kesehatan dari Puskesmas Blooto dan Puskesmas Mentikan. Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto sendiri mendirikan empat dapur umum yakni di Lingkungan Cakarayam Baru, Kelurahan Mentikan, dan Kelurahan Prajurit Kulon Gang 7 serta di Kelurahan Blooto.
Di Blooto, lokasi dapur umum dipusatkan di gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Maja Citra Kinarya, kawasan Rejoto. Dapur umum, di empat titik yang ada tersebut melibatkan tiga pilar, yakni pihak kelurahan, Polsek Prajurit Kulon dan Koramil Prajurit Kulon.
Camat Prajurit Kulon, Riaji mengatakan, pihaknya mengoptimalkan pompa air dalam penanganan banjir. “Penanganan masih terus dilakukan dengan mengoptimalkan pompa-pompa air. “Total warga terdampak banjir sekitar 885 jiwa dari empat kelurahan,” ungkapnya, Selasa (10/12/2024). [tin/aje]






