Bangkalan (beritajatim.com) – Minimnya akses transportasi umum di Kabupaten Bangkalan, menyulitkan mobilisasi warga terlebih para mahasiswa. Prihatin atas kondisi tersebut, beberapa mahasiswa melakukan audensi ke DPRD setempat.
Mohammad Hotib, anggota DPRD Bangkalan mengakui bahwa fasilitas transportasi di Bangkalan masih jauh dari harapan. “Bangkalan bukan metropolitan, sehingga untuk menyediakan transportasi umum seperti bus masih sulit,” terangnya, Rabu (11/9/2024).
Menurutnya, jumlah angkutan umum sangat minim, sementara kendaraan pribadi justru mendominasi.
“Ini efek dari modernitas. Ada banyak variabel yang harus dipertimbangkan, salah satunya adalah seberapa mendesak transportasi umum dibutuhkan oleh warga Bangkalan,” tambahnya.
Selain masalah akses transportasi, mahasiswa juga mengeluhkan masalah parkir liar. Menurut Hotib, pihak DPRD sudah beberapa kali memanggil Dinas Perhubungan dan Satpol PP untuk menindaklanjuti masalah ini. Namun DPRD tidak memiliki fungsi penindakan, tapi hanya pengawasan.
Selain itu, Hotib juga menyarankan agar warga lebih memanfaatkan kendaraan dengan plat M yang sudah mendapatkan fasilitas parkir berlangganan di tempat-tempat tertentu, sehingga tidak perlu lagi membayar parkir.
“Warga kami imbau untuk memakai kendaraan plat M, karena saat melakukan pengurusan pajak disertai membayar parkit berlanganan,” tandasnya. [sar/suf]






