Kemenangan itu nyaris buyar hanya dalam beberapa menit karena selebrasi berlebihan. Menerima bola dari Francisco Rivera pada menit 54, membuat Bruno Moreira mengakhiri puasa kemenangan Persebaya Surabaya sejak 28 Desember 2024.
Bruno sendiri terakhir mencetak gol untuk Persebaya pada 11 Januari 2025 melalui titik penalti ke gawang PSS Slemen. Dan gol ke gawang PSBS Biak di hadapan 19.152 orang penonton yang memadati Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (15/2/2025), adalah gol kelimanya di Liga 1 Musim 2024-25.
Maka pecahlah selebrasi itu. Bruno yang berlari ke tribun selatan diikuti rekan-rekannya. Bahaya mengancam, saat para pemain PSBS melihat peluang dari selebrasi itu.
Aturan The International Football Association Board (IFAB) menyebutkan, semua pemain kecuali yang melakukan kickoff harus berada di wilayah permainan masing-masing setelah gol tercipta. Sekali pun semua pemain sebuah tim berada di luar lapangan dan hanya menyisakan seorang penjaga gawang untuk merayakan gol, pertandingan bisa langsung dimulai.
Para pemain PSBS melakukan kick-off cepat dan merangsek ke area pertahanan Persebaya. Mereka hanya berhadapan dengan penjaga gawang Ernando Sutaryadi yang menatap serangan lawan dengan cemas.
Namun wasit Nendi Rohaendi dengan jeli menyetop pertandingan, karena melihat pemain Persebaya Mikael Tata sudah di dalam lapangan, setelah berlari kencang.
Euforia apapun bentuknya memang membahayakan. “Itu kalau saja terjadi gol balasan PSBS, pemain-pemain Persebaya bisa dicaci-maki Bonek karena melakukan kesalahan fatal,” kata Kukuh Ismoyo, pegiat Bonek Writers Forum.
Untunglah, sampai pertandingan berakhir, skor tetap 1-0 untuk Persebaya. Hasil ini mempertahankan Persebaya di posisi dua besar klasemen sementara pada pekan ke-23.
Hasil ini menobatkan predikat Uston Nawawi sebagai Uston Nawawin, karena senantiasa memberikan hasil positif saat ditunjuk menjadi pelatih dadakan. Kali ini mantan pemain Persebaya itu menggantikan Paul Munster yang absen karena akumulasi kartu kuning. [Catatan: Persebaya juga menang 3-2 atas Arema saat Munster absen pada pekan ke-13.]
Kendati akhirnya sudah menemukan kembali cara untuk menang, Persebaya masih memiliki banyak pekerjaan rumah jelang menghadapi Dewa United, di Pakansari, Bogor, 21 Februari 2025.
Berdasarkan statistik di laman resmi Persebaya.id, Bruno Moreira dan kawan-kawan rajin melepaskan tembakan ke gawang John Pigai. Namun dari 10 kali tembakan, hanya enam yang tepat sasaran, dan satu yang berbuah gol. Ini sudah cukup menunjukkan lini serang masih belum tajam.
Persebaya bahkan terhitung sebagai tim yang paling sedikit mencetak gol di antara tim lima besar klasemen (26 gol), dengan selisih hanya dua gol. Bandingkan dengan sang pemuncak klasemen Persib Bandung yang mengantongi selisih memasukkan dan kebobolan hingga 20 gol.
Maka lupakan euforia kemenangan. Masih ada waktu sepekan bagi Paul Munster untuk meracik formasi dan taktik yang menjamin tiga angka. Dengan sebelas pertandingan tersisa dan selisih sembilan angka dengan Persib yang berada di pucuk klasemen, Persebaya sudah tak punya jatah kalah. Bahkan seri.
Jika memang masih ingin juara, maka setiap pertandingan harus dimenangi. Itu pun juga tergantung dari hasil pertandingan Persib Bandung.
Setiap detail pertandingan kini harus menjadi perhatian para pemain Persebaya. Bahkan untuk urusan yang terkesan sepele: selebrasi gol. Tidak perlu ada hal-hal konyol seperti yang dilakukan Flavio Silva: mendapat kartu kuning untuk kesalahan yang tidak perlu, hanya beberapa detik jelang wasit meniup peluit panjang:
Fokus. [wir]






