Kemandirian fiskal menjadi keniscayaan bagi Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, untuk beradaptasi dengan pengetatan anggaran dari pusat pada tahun pertama pemerintahan Bupati Muhammad Fawait.
Penulis: Oryza A. Wirawan
Penanganan kemiskinan dan keadilan tak bisa berhenti pada slogan, namun membutuhkan kekuatan fiskal. Kekuatan lobi politik menjadi kunci perjalanan setahun kepemimpinan Bupati Muhammad Fawait di Kabupaten Jember, Jawa Timur, sejak dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025.
Usai dilantik menjadi Bupati Situbondo oleh Prabowo Subianto, 20 Februari 2025, Yusuf Rio Wahyu Prayogo menghadapi situasi pelik. Pemerintah pusat memangkas dana transfer keuangan yang memaksa pemerintah daerah harus memutar otak untuk menjaga ruang fiskal.
Kemiskinan adalah pekerjaan rumah Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo dan Wakil Bupati Ulfiyah selama setahun memimpin Kabupaten Situbondo, sejak 20 Februari 2025.
Jumantoro, seorang petani asal Kecamatan Arjasa, merayakan setahun pemerintahan Bupati Muhammad Fawait dan Wakil Bupati Djoko Susanto, di depan kantor Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (20/2/2026) petang.
Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo mendadak menghentikan live TikTok di Pendapa Kecamatan Besuki, Kabupaten Sitbondo, Jawa Timur, Jumat (20/2/2026) dini hari. Gara-gara ada laporan pencuri sepeda motor tertangkap di pojok timur alun-alun.
Bagi penonton sepak bola netral dan federasi, banyaknya tim tuan rumah yang tumbang di kandang adalah kabar bagus, karena menunjukkan faktor tuan rumah bukan lagi faktor ‘X’ untuk memenangi pertandingan.
Data layanan kesehatan menarik perhatian Bupati Muhammad Fawait setelah dilantik menjadi Bupati Jember, Jawa Timur, oleh Presiden Prabowo Subianto, 20 Februari 2025. Dia menghadapi ancaman krisis di depan mata.
Bagaimana Bupati Rio Prayogo menjaga relasi dengan Wabup Ulfiyah, kalangan ulama, dan merawat keutuhan koalisi partai pendukung di DPRD Situbondo selama setahun masa pemerintahannya?
Rio berhasil mengalahkan petahana Bupati Karna Suswandi dengan selisih hanya 13.697 suara (202.479 suara melawan 188.782 suara), dalam Pemilihan Kepala Daerah Situbondo. “Saya menggantikan seorang pemimpin yang sangat kuat dari segi politik, terutama di birokrasi,” katanya kepada Beritajatim.com, Kamis (19/2/2026).









