Jember (beritajatim.com) – Jumantoro, seorang petani asal Kecamatan Arjasa, merayakan setahun pemerintahan Bupati Muhammad Fawait dan Wakil Bupati Djoko Susanto, di depan kantor Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (20/2/2026) petang.
Jumantoro membawa satu buah nasi tumpeng dengan foto Fawait-Djoko dan 54 takjil nasi bungkus. Tumpeng tersebut diserahkan kepada seorang petugas Satuan Polisi Pamong Praja. Sementara takjil nasi bungkus dibagikan kepada warga yang lewat.
“Tumpeng ini sebagai wujud syukur kami. Manusia punya asa, Tuhan punya kuasa untuk Jember yang lebih baik,” kata Jumantoro.
Jumantoro berharap Pemkab Jember semakin harmonis. “Pemerintah kabupaten bukan hanya bupati, tapi juga wakil bupati,” kata pria yang juga Ketua Forum Komunikasi Petani Jember ini.
Menurut Jumantoro, bupati dan wakil bupati adalah satu paket yang dipilih masyarakat pada pemilihan kepala daerah Jember. “Kita bukan memilih kepala desa,” katanya.
Jumantoro juga menilai belum ada keterbukaan APBD Jember selama setahun pertama pemerintahan Fawait-Djoko. “Perlu keterbukaan. Banyak yang belum tuntas. LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan) belum tuntas, masih banyak jalan berlubang, dan ada gedung sekolah yang mau roboh,” katanya.
Jumantoro berharap pembangunan di Jember bisa dilakukan lebih baik. “Tentunya bukan sekadar retorika. Harmonisasi dalam penentuan kebijakan antara bupati dan wakil bupati harus kompak,” katanya.
Jumantoro mengaku iri dengan kabupaten lain. “Bupati dan wakil bupati mereka harmonis. Kami menginginkan Jember jadi kabupaten percontohan, di mana bupati dan wakil bupati bisa jadi suri tauladan,” katanya. [wir]






