Penulis: Oryza A. Wirawan

Jurnalis Jember dan penulis buku biografi, sepak bola, dan sejumlah buku bunga rampai sosial politik. Pernah memperoleh penghargaan jurnalistik Prapanca 2010 dan bersertifikasi Wartawan Utama.

Partai Persatuan Pembangunan menyoroti rekapitulasi suara tingkat tempat pemungutan suara (TPS) yang memakan waktu lama, yang mengakibatkan saksi dan petugas kelelahan. Pemilu presiden seharusnya tidak diselenggarakan serentak dengan pemilu legislatif melainkan dengan pemilihan kepala daerah.

Partai Kebangkitan Bangsa mengkritik kinerja kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Penyelenggara dinilai tidak mempersiapkan diri dengan baik, termasuk dalam hal sumber daya manusia.

Partai Amanat Nasional menyebut penyelenggara pemilihan umum di Kabupaten Jember, Jawa Timur, tidak siap. Hal ini didasarkan pada adanya sejumlah persoalan yang ditemui di lapangan pada saat hari pemungutan suara, Rabu (14/2/2024).

Foto Berita Jatim

“Ketika Sirekap itu bersumber dari TPS (Tempat Pemungutan Suara) dan terjadi pergeseran angka di sana, bagaimana kita bisa percaya terhadap yang manual? Data Sirekap ini kan sama dengan data C-Hasil yang itu plano (data penghitungan suara di TPS). Kenapa terjadi pergeseran angka?” katanya.