Jember (beritajatim.com) – PDI Perjuangan mencatat sejumlah persoalan dalam pelaksanaan pemilihan umum tahun ini di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Persoalan teknis melelahkan saksi dan petugas pelaksana di tempat pemungutan suara (TPS).
“Ada surat suara yang tertukar antardaerah pemilihan, tidak tersedianya kertas plano (C-1 Hasil) sehingga teman-teman harus menunggu sampai pagi. Itu melelahkan, sehingga kemudian beberapa saksi pulang terlebih dahulu karena saking lamanya proses yang sedang berjalan,” kata Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang PDIP Jember Widarto, Sabtu (17/2/2024).
Widarto menilai sebagian pelaksana pemilu kurang siap secara teknis. “Tidak ada berita acara dan sebagainya. Penggandaan formulir C-Hasil Salinan tidak semua KPPS siap, sehingga ada saksi yang tidak dikasih dan ada yang menunggu lama. Itu terjadi di banyak tempat,” katanya.
Menurut Widarto, faktor kerumitan dan kelelahan saksi maupun petugas ini membuka peluang bagi pihak yang berniat buruk untuk memanfaatkannya. “Kami masih petakan mana daerah yang saksi kami bersuara pada saat rekapitulasi,” katanya.
Widarto berharap Pemilu 2024 berjalan jauh lebih baik daripada Pemilu 2019 karena sudah dipersiapkan lama. “Banyak yang lebih jelas dibandingkan Pemilu 2019. Tapi dalam pelaksanaannya, catatannya masih terlalu panjang,” katanya.
Widarto memastikan adanya kejadian di TPS yang merugikan PDIP Jember. “Tapi tidak mungkin kami buka di media massa. Kami masih melengkapi bukti-buktinya. Pastinya kami akan sampaikan pada saat rekapitulasi (tingkat kecamatan dan kabupaten). Hal-hal yang perlu kita perbaiki atau kita tanya, atau pada saat titik tertentu harus membuka kotak suara, tentu harus kami persiapkan,” katanya.
Widarto tidak mau terburu-buru menuduh adanya kecurangan. “Tentu kita tidak boleh menjustifikasi ini ada niat jahat dan sebagainya. Tapi dalam pemilu, semakin banyak kerumitan, semakin banyak yang kelelahan, pasti ada pihak-pihak tertentu yang bisa memanfaatkan. Siapapun itu, baik dari penyelenggara, kontestan, dan pihak lain,” katanya.
“Maka sebetulnya penyelenggara harus mengantisipasi agar semua berjalan baik, tidak bertele-tele, dan melelahkan. Soal bagaimana, kami akan sampaikan pada saat rekapitulasi,” kata Widarto. [wir]






