Surabaya (beritajatim.com) – Warga Sidoarjo berinisial KP melakukan pembohongan publik setelah mengaku menjadi korban begal di Jalan Ir. Soekarno (Merr), Senin (9/2/2026). Cerita hasil imajinasi itu disampaikan kepada salah satu media di Surabaya secara live dan sempat membuat masyarakat resah.
Setelah serangkaian penyelidikan, pihak kepolisian akhirnya menemukan bukti mutlak jika cerita KP menjadi korban begal adalah kebohongan. Tidak ada peristiwa begal di sekitar Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Kendangsari pada Senin (9/2/2026). Hal itu terlihat dari rekaman CCTV di lokasi.
“Anggota sudah menelusuri rekaman CCTV dari pukul 22.30-24.00 namun tidak ditemukan aksi kejahatan seperti yang dilaporkan,” kata Kapolsek Mulyorejo AKP Desy Ratnasih Dewanti.
KP akhirnya mengakui jika peristiwa pembegalan yang ia ceritakan merupakan kebohongan. Ia nekat berbohong kepada publik lantaran takut dimarahi orang tua karena telah menggadaikan sepeda motor hanya untuk pesta miras. Ia pun diminta untuk mengakui kesalahan langsung dan meminta maaf kepada masyarakat Surabaya.
“Sata buat cerita begal kemarin tidak benar adanya. Saya membuat cerita itu karena takut dimarahi keluarga saya karena sepeda motor saya gadaikan,” kata KP.
KP mengaku jika uang hasil gadai sepeda motornya itu digunakan untuk pesta miras di salah satu club malam. Ia juga menggunakan uang tersebut untuk kencan dengan perempuan di klub tersebut.
“Saya minta maaf kepada masyarakat dan polisi karena saya telah mengarang cerita dan membuat laporan palsu,” pungkas KP.
Diketahui sebelumnya, warga Sidoarjo berinisial KP mengaku menjadi korban aksi begal di Jalan Ir. Soekarno (Merr) tepatnya di sekitar Rumah Sakit Ibu Anak (RSIA) Kendangsari, Senin (9/2/2026). Pengakuan itu ia sampaikan ke salah satu media di Surabaya.
Dalam pengakuannya, KP yang mengendarai sepeda motor Honda Vario merah tiba-tiba dipepet oleh enam pelaku yang mengendarai tiga sepeda motor. Sambil mengalungkan celurit, para pelaku melucuti barang-barang berharga milik KP.
Dalam cerita KP, para pelaku berhasil mengambil dompet berisi uang tunai, surat berharga, dan sepeda motor Honda Vario yang dikendarai. Para pelaku melakukan aksinya dalam kurun waktu dua menit dan kabur ke arah Kenjeran. KP pun melaporkan peristiwa ini ke Polsek Mulyorejo. (ang/but)






