Surabaya (beritajatim.com) – Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Apindo Jawa Timur mengukuhkan kepengurusan baru di tiga Dewan Pimpinan Kota/Kabupaten (DPK) di wilayah tapal kuda, yaitu Kabupaten Jember, Lumajang, dan Bondowoso. Pengukuhan ini menandai babak baru bagi Apindo di wilayah tapal kuda untuk mendorong kemajuan ekonomi dan industri, khususnya di bidang perkebunan.
Ketua DPP Apindo Jawa Timur, Eddy Widjanarko, dalam sambutannya di Hotel Bandung Permai, Jember, Selasa (2/7/2024), mengatakan bahwa wilayah tapal kuda memiliki potensi besar di bidang perkebunan. Hal ini sejalan dengan cikal bakal pembentukan Apindo oleh Presiden Soekarno yang merupakan organisasi dari beberapa perusahaan perkebunan.
“Apindo sekarang memiliki peran baru yang lebih strategis, yaitu terkait investasi,” jelas Eddy. “Pemerintah menugasi Apindo untuk berperan aktif dalam meningkatkan investasi, khususnya di daerah-daerah dengan potensi besar seperti tapal kuda.”
Eddy mencontohkan PT Mitratani 27 di Jember, yang bergerak di bidang agroindustri sayuran beku dan mengekspor produknya ke Jepang. Potensi seperti ini, menurut Eddy, dapat dikembangkan lebih lanjut dengan mendatangkan investasi untuk pengolahan hasil perkebunan atau membuka akses ekspor.
Selain fokus pada investasi, Apindo juga mendorong penerapan dekarbonisasi di wilayah tapal kuda. “Agar Indonesia semakin naik tingkat, kita juga harus memperhatikan tentang penurunan emisi karbon. Ini penting agar produk dari Indonesia diterima di dunia internasional,” ujar Eddy.
Sinergi dan Peran Serta DPK Apindo Tapal Kuda
Pengukuhan kepengurusan baru DPK Apindo di tiga kabupaten tapal kuda diharapkan dapat memperkuat sinergi antarpengusaha dan menciptakan hubungan industrial yang dinamis, humanis, dan kondusif.
Ketua DPK Apindo Jember, Ratna Ikatanti, mengatakan bahwa dengan pengukuhan bersama ini, Apindo Jember siap bersinergi dengan DPK Apindo di kabupaten lain dan meningkatkan peran serta anggota dalam mendukung program kerja Apindo Jatim dan Apindo Nasional.
“Kali ini kami juga mengundang DPK Apindo Probolinggo dan Situbondo. Selain itu hadir pula perusahaan-perusahaan yang belum menjadi anggota agar memahami fungsi dan peran Apindo,” jelas Ratna.
Senada dengan Ratna, Ketua DPK Apindo Lumajang, Yohanes Sidarta, menambahkan bahwa pihaknya akan meningkatkan peran serta anggota Apindo Lumajang untuk mendukung program kerja Apindo Jatim dan Apindo Nasional. Lumajang sendiri memiliki potensi besar di industri perkayuan, khususnya sengon.
“Kami berharap nantinya banyak dilibatkan terutama pada kegiatan yang bekerjasama dengan Pemerintah. Kami juga akan banyak berkoordinasi mengenai kesulitan-kesulitan apa yang kami hadapi di daerah,” jelas Yohanes.
Kunci Kemajuan Ekonomi dan Industri Tapal Kuda
Dengan potensi besar yang dimiliki dan dukungan dari Apindo, diharapkan wilayah tapal kuda dapat menjadi kawasan industri dan ekonomi yang maju dan berkelanjutan. Sinergi antarpengusaha, peran serta DPK Apindo, dan dukungan pemerintah menjadi kunci untuk mewujudkannya.
Pengukuhan kepengurusan baru DPK Apindo di tapal kuda menjadi langkah awal yang positif untuk mencapai tujuan tersebut. Apindo berkomitmen untuk terus mendukung kemajuan ekonomi dan industri di wilayah tapal kuda dan berkontribusi pada pembangunan Jawa Timur secara keseluruhan.[rea/ian]






