Surabaya (beritajatim.com) – Padmedia resmi meluncurkan buku antologi cerpen Rumpun Kupu-Kupu di Auditorium Institut Francais Indonesia (IFI) Surabaya, Jumat (12/12/2025).
Buku ini memuat 12 cerita pendek karya 12 penulis perempuan, yang seluruh prosesnya dirampungkan tepat pada bulan ke-12 dan dirilis pada tanggal 12.
Kedua belas penulis perempuan itu adalah Wina Bojonegoro, Ana Ratri Wahyuni, Anindita S. Thayf, Intan Andaru Muna Masyari, Ni Komang Ariani, Ninuk Retno Raras, Sasti Gotama, Titik Kartitiani, Vika Wisnu, Yetti A. Ka., dan Yuliani Kumudaswari.
Salah satu penulis, Wina Bojonegoro, menyebut proyek ini sempat tertunda karena pengurusan International Standard Book Number (ISBN) yang ditolak selama dua minggu.
“Buku ini baru jadi kemarin. Fresh from the oven. Dua minggu kami ajukan ISBN, tidak diluluskan, lalu harus mengubah beberapa hal. Baru selesai dan sampai di markas Padmedia kemarin,” katanya.
Ia menjelaskan, Rumpun Kupu-Kupu dirancang sebagai ruang bercerita tentang perlawanan perempuan.
Menurutnya, makna Hari Ibu kerap menyempit pada peran biologis atau domestik, padahal sejarahnya adalah hari pergerakan perempuan.
“Di pengantar, saya tulis bahwa 22 Desember itu adalah hari perempuan. Karena itu saya mengajak para penulis menulis tentang perempuan-perempuan kuat yang sanggup mengatasi persoalan hidupnya,” ujar Wina.
Cerita dalam antologi ini menampilkan beragam warna, rasa, dan sudut pandang. Setiap penulis menghadirkan pengalaman dan imajinasi yang berbeda, mulai dari tema haru, marah, kecewa, hingga jenaka.
Buku ini juga memuat kisah-kisah yang membuka tafsir, tergantung sudut pandang pembacanya.
Wina berharap Rumpun Kupu-Kupu bisa menjadi bacaan yang memberi pencerahan dan membuka percakapan yang lebih luas tentang pengalaman perempuan. “Semoga buku ini membawa pencerahan buat kita semua,” tandasnya. [ipl/suf]






