Gresik (beritajatim.com) – Guna mengantisipasi tawuran pesilat di wilayah hukum Kabupaten Gresik. Aparat kepolisian setempat gencar melakukan patroli. Selain patroli, korps Bhayangkara itu juga menyambangi perguruan pencak silat.
Kabagops Polres Gresik AKP Chakim Amrulloh mengatakan, patroli ini bertujuan meminimalisir konflik antar perguruan silat.
“Dengan cara ini untuk mencegah terjadinya konvoi, atau aksi-aksi yang dapat menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat,” katanya, Minggu (21/01/2024).
Ia menambahkan, sasaran patroli meliputi tempat latihan perguruan pencak silat PSHT dan IKSPI di Dusun Napes, Desa Prambangan, Kecamatan Kebomas dan Kelurahan Lumpur, Kecamatan Kota Gresik.
“Kami juga melakukan dialogis dan himbauan kepada para pesilat agar menjaga situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Gresik. Petugas juga menyampaikan bahwa apabila terdapat massa perguruan pencak silat yang melakukan konvoi, maka akan segera dibubarkan,” imbuhnya.
Perwira pertama Polri itu menekankan pada anggotanya yang bertugas untuk selalu berkoordinasi dan kerja sama secara intensif antara dengan perguruan pencak silat. Termasuk sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga situasi kamtibmas.
“Tak kalah penting penegakan hukum yang tegas terhadap pihak-pihak yang melakukan pelanggaran hukum,” tegasnya.
Selain berpatroli ke perguruan pencak silat. Aparat penegak hukum juga berpatroli ke sejumlah penyelenggara pemilu. Diantaranya, kantor KPU, Kantor Bawaslu, dan Gudang KPU.
“Secara keseluruhan, kegiatan patroli ini berjalan dengan aman dan kondusif. Tidak ditemukan adanya konvoi atau aksi-aksi yang dapat menimbulkan gangguan kamtibmas,” pungkas Chakim. [dny/but]






