Bojonegoro (beritajatim.com) – Angka stunting di Bojonegoro diklaim menurun. Pada Agustus 2022, jumlah anak yang mengalami stunting sebanyak 2.477 jiwa atau sekitar 3,28 persen dari total populasi anak di Bojonegoro yang diukur sebanyak 75.626 jiwa.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bojonegoro, Nurul Azizah mengatakan, data ini lebih sedikit dibandingkan Agustus 2021. Di bulan tersebut, ada 4.277 anak mengalami stunting dari total anak yang diukur sebanyak 74.850 lebih jiwa, atau sekitar 5,71 persen.
“Sehingga kalau kita bandingkan dengan data bulan Agustus 2021 mengalami penurunan,” ujarnya, Jumat (26/8/2022).
Nurul menjelaskan penurunan angka stunting ini merupakan turunan dari beberapa aksi yang telah dilakukan Pemkab Bojonegoro. Aksi pertama pada 2021 mengevaluasi dan menentukan wilayah kecamatan dengan angka stunting tertinggi serta menentukan lokasi lokus penanganan stunting.
Aksi kedua, kata dia, sebagai bentuk dukungan Pemkab dalam percepatan penurunan angka stunting melalui kebijakan anggaran yang diberikan kepada organisasi perangkat daerah yang ditunjuk.
Sementara untuk aksi ketiga, Pemkab Bojonegoro melakukan rembug stunting untuk berdiskusi sebagaimana program penurunan angka stunting. Tidak hanya itu, Pemkab Bojonegoro juga membuat regulasi terkait desa tentang upaya penurunan stunting, pembinaan kader pembangunan manusia, manajemen data, pengukuran dan publikasi data stunting serta review kinerja tahunan.
Dalam kesempatan ini, Nurul juga menegaskan ada banyak tantangan dan upaya yang harus dikembangkan. “Saya juga mengapresiasi kepada puskesmas yang menghadirkan inovasi dalam percepatan penanganan stunting serta dapat memberikan inspirasi kepada puskesmasnya lainya,” pungkas Nurul Azizah.
Sekadar diketahui, hal itu disampaikan saat kegiatan penilaian kinerja pelaksanaan 8 aksi konvergensi penurunan stunting di Synergy Room lantai 6 Gedung Pemkab Bojonegoro, kemarin.
Selain Sekretaris Daerah Bojonegoro Nurul Azizah, hadir juga Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Djoko Lukito, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Bojonegoro, Kepala OPD yang terkait, organisasi masyarakat wanita, Tim Penggerak PKK. Sedangkan Tim Penilai dari Provinsi Jawa Timur hadir secara virtual. [lus/beq]






