Situbondo (beritajatim.com) – Angin puting beliung disertai hujan lebat dan petir menerjang wilayah Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, pada Selasa (3/3/2026) sore hingga malam hari. Bencana hidrometeorologi ini mengakibatkan kerusakan berat pada sejumlah rumah warga serta satu fasilitas umum di Desa Wonorejo.
Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Puriyono, mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima laporan rentetan dampak angin kencang sejak pukul 17.50 WIB. Laporan awal berasal dari Dusun Kendal dan disusul laporan dari Dusun Jelun sesaat kemudian.
“Benar, kami menerima laporan pertama sekitar pukul 17.50 WIB dari Dusun Kendal. Kemudian laporan susulan datang sekitar pukul 18.10 WIB dari Dusun Kendal dan Dusun Jelun,” ujar Puriyono, Rabu (4/3/2026).
Kerusakan paling fatal dialami oleh rumah milik Sukarti (55) di Dusun Kendal yang mengalami rusak berat pada bagian atap dan tembok. Beruntung, pemilik rumah selamat meski sempat terkejut mendengar suara gemuruh saat atap rumahnya terhempas angin.
“Saat kejadian, Ibu Sukarti sedang berada di dalam rumah. Ia terkejut mendengar suara gemuruh keras, dan setelah dicek ternyata atap rumahnya sudah terhempas,” jelas Puriyono.
Selain hunian warga, angin kencang juga merobohkan Balai Pertemuan Kelompok Tani Barokah di Dusun Jelun hingga rata dengan tanah. Bangunan berukuran 7×4 meter tersebut ambruk total di tengah guyuran hujan lebat pada malam hari.
“Bangunan kelompok tani itu ambruk total. Beruntung saat kejadian tidak ada orang di dalamnya karena kondisi malam dan hujan lebat,” tambahnya.
Tiga rumah warga lainnya di Dusun Kendal juga dilaporkan mengalami kerusakan ringan akibat tertimpa pohon tumbang dan genteng yang berjatuhan. Identitas pemilik rumah terdampak adalah Santoso, Alex Santoso, dan Mondo Wurmanto.
“Untuk rumah Pak Santoso, kerusakan baru diketahui pada pagi hari karena saat kejadian yang bersangkutan sedang di luar rumah. Sementara Pak Alex dan Pak Mondo mendengar suara pohon roboh sekitar pukul 18.30 WIB dan mengeceknya pagi hari,” terang Puriyono.
Berdasarkan hasil asesmen tim di lapangan, total kerugian materiil akibat musibah ini ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Kerusakan terberat pada rumah Sukarti dan balai tani masing-masing mencatatkan nilai kerugian sebesar Rp10 juta.
“Total ada empat rumah terdampak, dengan rincian satu rusak berat dan tiga rusak ringan, ditambah satu fasum rusak berat,” sebut Puriyono merinci data kerusakan.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Situbondo bersama TNI, Polri, dan Tagana telah diterjunkan untuk melakukan pembersihan material pascabencana. Pemerintah daerah juga segera menyalurkan bantuan logistik untuk meringankan beban para korban terdampak.
Masyarakat Situbondo diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mengancam wilayah Jawa Timur. BPBD meminta warga segera mencari tempat perlindungan yang kokoh jika terjadi hujan lebat disertai angin kencang.
“Kami minta warga yang tinggal di daerah rawan bencana untuk segera mencari tempat aman jika terjadi hujan lebat disertai angin kencang, dan waspadai potensi pohon tumbang,” tutupnya. [awi/beq]






