Mojokerto (beritajatim.com) – Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang menerjang wilayah Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, pada, Minggu (12/4/2026). Angin kencang yang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB tersebut menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan, serta beberapa pohon dan baliho dilaporkan tumbang.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, peristiwa tersebut terjadi di Dusun Tambaksari dan Dusun Dimoro, Desa Tambakagung, Kecamatan Puri. Selain itu, dampak angin kencang juga dilaporkan terjadi di Desa Balongmojo dan Kenanten.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim menjelaskan bahwa, kejadian dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai hembusan angin cukup kencang. “Berdasarkan pantauan aplikasi BMKG Juanda, di wilayah Puri terjadi hujan disertai angin kencang,” ungkapnya, Senin (13/4/2026).
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang tersebut dengan kecepatan sekitar 11 knot, sehingga menyebabkan beberapa bangunan mengalami kerusakan. Di Dusun Tambaksari, Desa Tambakagung, atap gudang milik warga bernama Abdul Manan mengalami kerusakan sedang dengan luas sekitar 6×4 meter.
Sementara itu, atap rumah milik Suyitno di lokasi yang sama mengalami kerusakan ringan dengan luas sekitar 3×2 meter. Sedangkan di Dusun Dimoro, atap rumah milik Dwi Mayangsari mengalami kerusakan sedang pada bagian ruang tamu dan kamar dengan luas sekitar 6×7 meter.
Selain merusak bangunan, angin kencang juga menyebabkan sejumlah pohon tumbang, rumpun bambu roboh, hingga baliho dan tenda pos polisi ambruk di beberapa titik di Kecamatan Puri. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian material masih dalam pendataan petugas.
Tim BPBD Kabupaten Mojokerto bersama perangkat desa dan masyarakat setempat langsung turun ke lokasi untuk melakukan asesmen dan penanganan darurat. Bantuan berupa terpal juga telah disalurkan kepada warga terdampak angin kencang di Desa Tambakagung.
“Untuk penanganan sementara, kami telah mendistribusikan terpal kepada warga terdampak, masing-masing tiga lembar di Tambaksari dan dua lembar di Dimoro. Kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi, terutama pada masa peralihan musim seperti saat ini,” tegasnya. [tin/aje]






