Surabaya (beritajatim.com) – Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Jawa Timur mengapresiasi dengan diresmikannya Kebun Raya Mangrove Surabaya.
Adi P Nusantara, Wakil Ketua bidang Seni, Budaya, dan Pariwisata AMPI Jatim, mengatakan bahwa Kebun Raya Mangrove Surabaya memiliki potensi untuk menjadi objek wisata baru di Jawa Timur, khususnya di kota Surabaya.
“Selain berfungsi untuk meminimalisasi efek tsunami, Kebun Raya Mangrove Surabaya juga dapat dijadikan sebagai sarana hiburan dan edukasi bagi masyarakat. Selain itu, Kebun Raya Mangrove Surabaya juga dapat menarik minat wisatawan lokal dan asing,” kata Adi, Senin (31/7/2023).
Adi menambahkan bahwa untuk mencapai sasaran tersebut, diperlukan manajemen pengelolaan yang sangat bagus. “Manajemen pengelolaan yang bagus akan membuat Kebun Raya Mangrove Surabaya menjadi lebih menarik dan dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” katanya.

Kebun Raya Mangrove Surabaya merupakan kawasan mangrove yang pertama di Indonesia yang berstatus kebun raya. Dengan status kebun raya, kawasan bakau ini dapat menjalankan fungsi konservasi keragaman hayati khas pesisir.
Baca Juga: Sejarah Kebun Raya Mangrove Surabaya yang Baru Saja Diresmikan
Selain itu, Kebun Raya Mangrove Surabaya juga dapat dimanfaatkan untuk penelitian obat dan pangan, penelitian bagi pelajar bahkan civitas akademika, pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan pariwisata.
Adi juga mengatakan bahwa untuk fungsi wisata, tiket masuk Kebun Raya Mangrove Surabaya sebaiknya digratiskan dulu pada tahap awal. “Dua atau tiga bulan saya kira cukup untuk lebih dikaji lagi bilamana dibutuhkan,” katanya.
Adi berharap bahwa Kebun Raya Mangrove Surabaya dapat menjadi objek wisata yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. “Kami berharap Kebun Raya Mangrove Surabaya dapat menjadi kebanggaan masyarakat Surabaya dan Jawa Timur,” katanya. (ted)






