Gresik (beritajatim.com) – Alokasi pupuk bersubsidi tahun 2025 di Kabupaten Gresik mengalami penurunan. Berdasarkan data Dinas Pertanian (Distan) tahun 2025 alokasi pupuk yang disediakan 45.810 ton. Jumlah tersebut turun dibanding tahun lalu sebesar 64.486 ton.
Untuk alokasi pupuk bersubsidi tahun ini. Rinciaannya pupuk NPK 19.612 ton dan Urea 26.198 ton. Alokasi tersebut hanya 71 persen dari total kebutuhan yang diusulkan.
Kepala Bidang (Kabid) Sarana Prasarana Penyuluhan Distan Gresik Erwanto Budi mengatakan, alokasi tahun ini memang belum mencukupi dari kebutuhan yang ada.
“Meski belum mencukupi kami berharap pada musim tanam berjalan ke depan, ada alokasi tambahan.
“Kami mengakui serapan pupuk tahun lalu tidak 100 persen. Tapi melihat tahun masih kurang dari kebutuhan,” katanya, Jumat (10/1/2025).
Sebagai solusinya untuk mempertahankan kesuburan tanah lanjut dia, pihaknya menghimbau kepada petani memadukan dengan pupuk organik terkait dengan menurunnya alokasi pupuk bersubsidi.
“Asumsinya setiap 1 hektar dibutuhkan 2 kuintal pupuk urea dan 3 kuintal pupuk NPK. Serta ditambah 500 kilogram pupuk organik,” ujarnya.
Budi menambahkan, data Distan Gresik juga mencatat tahun ini luas area tanam 120.550 hektar. Angka ini meningkat dibanding tahun lalu 119.917 hektar.
“Area tanamnya meningkat tapi saat ini alokasi pupuk bersubsidinya mengalami penurunan,” imbuhnya.
Mengenai penembusan pupuk bersubsidi. Persyaratannya, setiap petani wajib menunjukkan identitas diri (KTP). Selain sudah terdaftar di Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) serta tercatat di Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).
“Kami mengingatkan kepada petani saat melakukan penembusan usahakan KTP-nya tidak buram karena tidak bisa terbaca di sistem dan jumlahnya mencapai ratusan. Distan Gresik juga secara bertahap menghapus data petani yang sudah meninggal namun masih tercatat mendapat jatah pupuk di sistem,” tandas Budi. (dny/ted)






