Pacitan (beritajatim.com) – Kerusakan parah terjadi di Jalan Nasional penghubung Kabupaten Pacitan dengan Kabupaten Trenggalek menjelang arus mudik Lebaran 2026. Sejumlah titik jalan berlubang ditemukan mulai wilayah Dusun Pakis, Desa Wonogondo, Kecamatan Kebonagung dan terus berlanjut di beberapa kecamatan lainnya.
Banyaknya lubang membuat warga khawatir terhadap keselamatan pengguna jalan, baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Sebagai bentuk peringatan sekaligus protes, warga memasang tanda bahaya berupa tumpukan ban bekas dan menanam pohon pisang di tengah jalan berlubang.
Sudarto, salah seorang pengendara, mengaku kondisi jalan sangat membahayakan, terutama pada malam hari dan saat hujan.
“Ini sangat membahayakan pengendara, baik roda dua maupun roda empat. Kalau motor bisa terperosok dan jatuh. Kalau mobil terpaksa pelan, kendaraan di belakang berisiko menabrak,” jelas Sudarto, Rabu (4/3/2026).
Keluhan serupa disampaikan Supri, warga setempat. Ia menuturkan bahwa kerusakan justru terjadi pada bagian jalan yang sebelumnya sudah ditambal.
“Yang banyak rusak itu malah bekas tambalan. Sebelumnya digali lalu ditambal, tapi belum ada satu bulan sudah berlubang lagi,” ungkapnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, lubang jalan ditemukan di sejumlah wilayah mulai Kecamatan Kebonagung, Tulakan, hingga Ngadirojo. Beberapa lubang bahkan cukup dalam dan tergenang air hujan sehingga sulit terlihat oleh pengendara.
Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan permanen sebelum puncak arus mudik Lebaran. Pasalnya, jalur Pacitan–Trenggalek merupakan salah satu akses utama penghubung antar kabupaten yang ramai dilalui kendaraan, terutama saat libur panjang dan musim mudik.
“Kalau dibiarkan sampai Lebaran, bisa berbahaya. Kami hanya ingin jalan ini segera diperbaiki dengan benar, bukan sekadar ditambal asal-asalan,” pungkas Supri. [tri/aje]






