Mojokerto (beritajatim.com) – Bertempat di pintu masuk Ngoro Industrial Park (NIP) Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, ribuan buruh akan berangkat ke Surabaya, Senin (1/5/2023). Massa aksi akan bergabung dengan buruh dari sejumlah daerah untuk menuntut pencabutan Undang-undang Omnibuslaw.
Secara langsung Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Mojokerto Bambang Purwanto melepas ribuan buruh ke Surabaya. Selain menutut pencabutan Undang-undang Omnibuslow, juga ada beberapa tuntutan lainnya.
Diantaranya Cabut Parlamatary Threshold 4 persen, Sahkan RUU PPRT, Tolak RUU Kesehatan, Reforma Agraria dan Kedaulautan Pangan dan Pilih Presiden 2024 yang Pro Buruh dan Kelas Pekerja. Ada 11 unit bus, 300 sepeda motor, lima unit mobil pribadi dan satu unit mobil komando berangkat dari depan pintu masuk NIP.
Massa aksi berangkat menuju Surabaya dengan route yg dilalui NIP Ngoro menuruju Jalan Raya Ngoro lanjut Jalan Raya Pungging ke barat menuju Jalan Raya Mojosari. Dari Jalan Raya Mojokerto ke utara menuju Jalan Raya Prambon lanjut Jalan Raya Krian dan Raya Raya Kletek kemudian ke Jalan Raya Waru Cito belok kiri Jalan Raya Ahmad Yani lanjut Gedung Negara Grahadi.
Ketua DPC Partai Buruh Kabupaten Mojokerto, Eka Herawati mengatakan, peringatan Mayday diperingati dengan turun aksi sesuai dengan himbauan Presiden FSPMI Pusat. “Hari ini, kita tagih bersama janji Gubernur Jatim yaitu janji Perda Jaminan Pesangon terhadap buruh yg pernah dibuat pada tahun 2019, sampai dengan saat ini belum ada realisasi,” ungkapnya.
Selain isu nasional, Eka menyebut masih banyak permasalahan di wilayah Jawa Timur terkait buruh yang belum selesai. Pihaknya meminta untuk massa aksi untuk tidak terprovokasi oleh oknum buruh lainnya yang tidak ikut turun dalam aksi peringatan Mayday tersebut dan adanya isu maupun ancaman yang beredar terkait tidak buriu boleh masuk ke Surabaya.
Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati mengucapkan selamat Hari Buruh atas nama Pemerintah Daerah (Pemda) Mojokerto serta permohonan maaf kepada buruh di Kabupaten Mojokerto. “Peran dari rekan-rekan buruh dalam menopang pertumbuhan ekonomi di wilayah Kabupaten Mojokerto sangat penting, jaga kondusifitas selama pelaksanaan aksi di Surabaya,” himbaunya.
BACA JUGA:
20 Ribu Buruh Siap Geruduk Kantor Gubernur Jawa Timur Besok
Demo Buruh Besok, Polrestabes Surabaya Siapkan 3.000 Personel
Buruh di Kabupaten Mojokerto diberangkatkan dari tiga titik. Di wilayah hukum Polresta Mojokerto, puluhan buruh berangkat dari PT Alu Aksara Pratama di Jalan Raya Perning Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. Di wilayah Hukum Polres Mojokerto ada dua titik yakni di Mojosari dan Ngoro.
Di Mojokerto, puluhan buruh berangkat dari Stadion Gajah Mada di Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari dan depan pintu masuk NIP Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Di depan pintu masuk NIP ada ribuan buruh, massa aksi menuntut hal yang sama yakni pencabutan Undang-undang Omnibuslaw.
Sementara itu, Kabag Ops Polres Mojokerto, Kompol Hendro Susanto mengatakan, ada 300 personel gabungan yang diterjunkan peringatan May Day 2023 kali ini. “Personel gabungan tersebut akan mengawal mulai dari keberangkatan, di Surabaya hingga kembali ke Mojokerto. Anggota akan mengawal menggunakan kendaran roda dua dan empat,” tegasnya. [tin/but]
![Ribuan Buruh Mojokerto Bergerak ke Surabaya Ribuan buruh berangkat ke Surabaya dari depan pintu masuk NIP Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. [Foto : ist]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/05/IMG-20230501-WA0011_SiDsjjnJ9M-1024x576.jpeg)





