Sampang (beritajatim.com) – Jembatan penghubung antar kecamatan di Kabupaten Sampang, Madura, ambruk dan rusak parah akibat sering diterjang banjir dan juga termakan usia. Pasalnya, jembatan tersebut telah lama dibangun tetapi belum pernah dilakukan perbaikan.
Informasi yang berhasil diperoleh beritajatim.com bahwa jembatan yang ambruk itu tepatnya di Desa Sober, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang.
H. Imam Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan & Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat membenarkan kejadian tersebut. Bahwa jembatan Sober rusak. Sementara aktivitas warga yang biasa melalui jembatan tersebut harus mencari jalan alternatif.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/politik-pemerintahan/jalan-rusak-di-blitar-capai-300-km-mayoritas-di-selatan/
“Warga di dua Kecamatan yakni Tambelangan dan Banyuates harus bersabar untuk mencari jalan alternatif lainya, kerena jembatan yang ambruk itu tidak bisa dilalui kendaraan baik roda dua maupun roda empat,” terangnya, Kamis (27/4/2023).
Pria yang akrab disapa Imam ini menambahkan, kerusakan jembatan tersebut sebenarnya sudah berlangsung sekitar dua tahun lalu dan tahun ini telah diajukan proses perbaikan dengan rencana kegiatan sebesar Rp 2 Milyar. “Mudah mudahan awal tahun 2024 nanti jembatan tersebut sudah bisa dilakukan perbaikan,” ujarnya.
Terpisah menurut Ahmad, seorang warga Banyuates mengaku bahwa selama dua tahun terakhir dirinya merasa terisolasi dampak dari kerusakan jembatan tersebut. “Selama dua tahun ini warga merasa terisolasi kerena aktivitas warga terganggu apalagi terkait dengan rutinitas yang mengunakan akses jembatan,” tegasnya.
Ahmad berharap proses perbaikan jembatan Sober bisa dipercepat karena jembatan tersebut merupakan akses utama warga terdekat untuk menghubungkan dua kecamatan apalagi saat hari raya Idul Fitri kemarin sangat terasa sekali. Karena jembatan tersebut biasanya menjadi akses silaturahmi, dan saat itu warga harus memutar ke jalan yang lebih jauh. “Harapan kami pemerintah Sampang segera melakukan perbaikan agar warga tidak lagi merasa terisolasi,” tandasnya.[sar/kun]






