Gresik (beritajatim.com) – Permintaan baju koko klasik (semi kemeja) asal Gresik meningkat tajam menjelang Hari Raya Idul Fitri 1444 H. Alhasil, omzet penjualan pun melonjak dua kali lipat jika dibandingkan tahun lalu.
Baju koko dengan model sederhana serta corak yang tidak terlalu banyak motif, menjadi primadona remaja maupun dewasa.
Sejumlah perajin busana muslim di Gresik mendapatkan berkah di Bulan Ramadhan. Kondisi ini dirasakan langsung oleh Muhammad Jefri perajin busana muslim asal Kelurahan Sindujoyo, Kecamatan Gresik. Dalam satu bulan terakhir penjualannya mencapai 50 kodi atau meningkat 100 persen.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/peristiwa/pemilik-angkringan-magetan-tak-sangka-anies-baswedan-mampir/
“Saat ini model baju koko yang sederhana, dan coraknya tidak terlalu banyak motif menjadi favorit warga karena cocok untuk ibadah serta acara keagamaan,” ujarnya, Senin (10/04/2023).
Masih menurut Jefri, inovasi model dan pemasaran berbasis teknologi digital menjadi kunci sukses kebangkitan usahanya. “Untuk penjualan kami tidak hanya mengandalkan secara offline tetapi juga melakukan secara online. Sehingga, produknya dikenal luas hingga pelosok negeri,” paparnya.
Sementara itu, Agus Effendi salah pembeli asal Perum Gresik Kota Baru (GKB) mengatakan, bahan kain katun yang lembut serta modelnya yang menawan menjadi daya tarik tersendiri. Hal ini karena saat digunakan terasa dingin dan nyaman dipakai.
“Baju koko semi kemeja dan Kurta Pakistan cocok untuk ibadah serta kegiatan keagamaan. Selain itu, baju ini juga cocok untuk acara resmi di kantor,” ungkapnya.
Bagi konsumen yang menginginkan baju koko tersebut bisa datang langsung ke perajinnya di Jalan Sindujoyo XVII/1 Kabupaten Gresik. [dny/kun]






