Blitar (beritajatim.com) – Para pedagang lapak los lantai 2 Pasar Legi Kota Blitar mengeluhkan permasalahan listrik. Sejak awal mereka menempati lantai 2, aliran listrik dan lampu pasar belum pernah dihidupkan.
Kondisi itu membuat para pedagang pakaian kebingungan. Bahkan sebagian dari pedagang harus mengeluarkan biaya ekstra untuk mendapatkan aliran listrik dari luar pasar.
Menurut pedagang, aliran listrik dan lampu menjadi hal yang paling penting dalam menarik pelanggan. Apalagi bila cuaca mendung dan hujan.
“Ini saya ini menyalur dari listrik luar itu, bukan dari area pasar karena listrik di sini mati,” kata pedagang pakaian Pasar Legi Kota Blitar, Cak Pe, Sabtu (8/4/2023).
Kondisi lampu yang mati ini sudah berjalan cukup lama namun dari pihak terkait belum ada upaya perbaikan. Kondisi ini membuat lapak pedagang di lantai 2 Pasar Legi Kota Blitar nampak suram dan kurang terawat meski bangunan baru.
Kondisi lampu yang mati ini juga memaksa para pedagang tutup dagangan bila malam hari tiba. Padahal jika lampu hidup maka para pedagang biasa berjualan hingga malam.
Baca Juga:
Tak Strategis, Pedagang Ogah Tempati Lapak Pasar Legi Blitar
Potensi memperoleh pendapatan berlebih pun jauh lebih besar jika waktu berjualan para pedagang bisa lebih lama.
“Iya mas, malam dah tutup semua yang tidak amrah listrik, soalnya lampu kan juga mati, siapa yang mau datang kalau lampu mati,” tegasnya.
Permasalahan listrik dan lampu ini pun menambah pelik problem yang dihadapi oleh para pedagang di lantai 2 Pasar Legi Kota Blitar. Sebelumnya para pedagang pasar Legi Kota Blitar mengeluhkan kondisi sepinya penjualan akibat desain pasar yang dinilai kurang strategis.
Dengan dua permasalahan tersebut para pedagang yang kini masih menempati lapak los lantai 2 pasar Legi Kota Blitar pun pesimis bisa bertahan lama. Omzet penjualan yang sedikit ditambah biaya ekstra yang harus dikeluarkan untuk membayar listrik dan lampu membuat para pedagang berhadapan dengan ancaman Kebangkrutan.
“Ini nih pasar mati mas, tidak ada harapan, kalau kondisinya seperti ini,” keluh Cak Pe, di depan toko dagangannya.
Pedagang yang lain Erlin Susana juga mengungkapkan hal serupa. Bahkan Erlin Susana juga mengeluhkan kondisi bangunan.
Baca Juga:
Dapur Sigap Polres Blitar Kota Sediakan Ratusan Porsi Menu Buka Puasa
Menurut penjual makanan tersebut, bila hujan tiba air biasanya masuk ke dalam pasar. Kondisi itu pun dikhawatirkan akan merusak bangunan pasar yang baru, dan dagangan milik para pedagang.
“Kalau hujan tiba, air ini mengalir ke bangunan yang baru kalau begini terus kan rusak jadinya, dagangan juga terancam,” katanya.
Sementara itu Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar tidak menampik kondisi tersebut. Disperindag Kota Blitar mengakui lampu yang berada di lantai 2 Pasar Legi Kota Blitar belum dihidupkan.
Pihaknya pun akan melakukan evaluasi terkait permasalahan lampu dan aliran listrik tersebut.
“Ya memang lampu di lantai 2 pasar Legi Kota Blitar belum kita hidupkan semua nanti kita akan evaluasi dengan semua pihak termasuk pihak pasar,” kata Kepala Disperindag Kota Blitar, Hakim Sisworo.
Disperindag Kota Blitar berjanji akan menghidupkan kembali lampu yang ada di lantai 2 pasar Legi Kota Blitar pada acara cuci gudang yang rencananya digelar 10 April mendatang.
“Insya Allah tanggal 10 April mendatang lampu akan kami hidupkan lagi pokoknya akan kami evaluasi,” pungkasnya. [owi/beq]






