Banyuwangi (beritajatim.com) – Kepala Bulog (Badan Urusan Logistik) Sub Divre Banyuwangi, Harisun menyebut, ketersediaan stok beras di gudang Bulog jelang lebaran masih sangat berlimpah. Terlebih, saat ini memasuki musim panen raya padi milik petani.
“Stok masih terus bertambah karena Banyuwangi sudah memasuki musim panen. Sehingga aman sampai beberapa bulan ke depan,” ujar Harisun.
Atas dasar itu, Harisun menyebut, ketersediaan untuk stok pangan masih aman. Kondisi serupa juga terjadi pada stok gula pasir milik gudang Bulog.
“Stok gula pasir di gudang Bulog tersedia sebanyak 20 ton. Dalam waktu dekat, Bulog akan mendatangkan lagi 150 ton gula pasir,” katanya.
Tak hanya itu, Harisun juga memastikan kebutuhan minyak goreng dan tepung juga tercukupi. Pasalnya dalam waktu dekat ada tambahan ketersediaan dua komoditi itu. “Kami juga akan mendatangkan tepung dan minyak goreng 120.000 liter. Masyarakat tidak perlu khawatir,” ujarnya.
https://beritajatim.com/peristiwa/anies-baswedan-diam-diam-ke-tuban-ziarah-makam-sunan-bonang/
Sementara untuk antisipasi kenaikan harga menjelang lebaran, pemkab bersama bulog menggelar pasar murah di sejumlah titik pasar di Banyuwangi. Di antaranya, di pasar Rogojampi, Jajag, Songgon, dan Genteng masing-masing selama 4 hari.
Pasar murah tersebut menjual beras premium Rp. 56 ribu per kemasan 5 kg, beras medium Rp. 45 ribu per kemasan 5 kg, dan gula pasir Rp. 13 ribu per kg. “Operasi pasar terus kita gelar. Untuk menjaga harga menjelang lebaran,” kata Harisun. (rin/kun)






